Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Sebanyak delapan korban kecelakaan helikopter PK-CFX tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalimantan Barat, Pontianak, Jumat (17/4/2026), untuk menjalani proses identifikasi oleh tim forensik. Proses ini menjadi tahapan penting sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, helikopter tersebut membawa dua kru, yakni pilot Capt. Marindra Wibowo dan engineer Harun Arasyid, serta enam penumpang yang merupakan bagian dari KPN Corp atau KPN Plantations.
Selain delapan kantong jenazah, petugas juga menerima dua kantong tambahan berisi bagian tubuh maupun material yang ditemukan di lokasi jatuhnya helikopter. Seluruhnya akan diperiksa guna mendukung proses identifikasi.
Kepala RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar, Kombes drg. Josep Ginting, menyatakan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah identifikasi secara menyeluruh setibanya korban di rumah sakit.
“Seluruh kantong jenazah dan barang temuan akan kami lakukan pemeriksaan secara detail untuk memastikan kecocokan data korban,” ujar Ginting, Jumat, 17 April 2026.
Ia menjelaskan, metode yang digunakan dalam proses ini adalah pencocokan data ante mortem dan post mortem, termasuk identifikasi melalui rekam medis, ciri fisik, hingga barang pribadi milik korban.
“Kami mengedepankan ketelitian dalam setiap tahapan agar hasil identifikasi benar-benar akurat sebelum diserahkan kepada keluarga,” katanya.
Untuk mendukung proses tersebut, kepolisian juga telah menyiapkan posko ante mortem di area rumah sakit. Posko ini difungsikan sebagai tempat pengumpulan data dari keluarga korban guna mempercepat proses pencocokan identitas.
“Kami membuka posko ante mortem untuk memfasilitasi keluarga dalam memberikan data pendukung yang dibutuhkan,” jelasnya.
Hingga saat ini, proses identifikasi masih terus berlangsung. Sejumlah keluarga korban tampak menunggu di rumah sakit dengan suasana haru, saat satu per satu kantong jenazah diturunkan dari ambulans untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Editor: Redaktur TVRINews





