QRIS Tembus Global, Industri Pembayaran Digital RI Masuk Fase Integrasi

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Transformasi sistem pembayaran digital di Indonesia kian menunjukkan arah baru. Tidak lagi sekadar berfokus pada kemudahan transaksi, industri kini bergerak menuju penguatan ekosistem yang terintegrasi, kolaboratif, dan berdaya tahan tinggi. Sadar akan hal tersebut, AFTECH (Asosiasi Fintech Indonesia) bersama Finpay (Finnet Indonesia) mengadakan forum strategis untuk mempertemukan regulator, pelaku industri, dan pemangku kepentingan bertema “From Seamless Solutions to Stronger Ecosystems: Advancing Digital Payments”.

Wakil Ketua Umum II Asosiasi Fintech Indonesia, Budi Gandasoebrata, menilai perkembangan pembayaran digital telah memasuki fase yang lebih matang. Jika sebelumnya fokus pada akses dan kemudahan, kini industri mulai bergeser ke integrasi layanan dan penguatan kualitas ekosistem.

“Pembayaran digital tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi enabler utama bagi berbagai layanan lain, termasuk pembiayaan dan asuransi digital,” ujar Budi. Ia menambahkan, kebutuhan pelaku industri saat ini tidak hanya pada solusi yang cepat dan seamless, tetapi juga yang andal, aman, serta mampu mendukung kolaborasi lintas sektor.

Budi juga menyoroti langkah Bank Indonesia yang memperluas implementasi QRIS lintas negara, termasuk kerja sama terbaru dengan Korea Selatan. Menurutnya, ekspansi ini mencerminkan komitmen regulator dalam memperkuat interoperabilitas sistem pembayaran sekaligus mendorong adopsi digital di tingkat regional.

“Ke depan, masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri seperti Korea Selatan dapat melakukan pembayaran menggunakan QRIS. Ini bukti bahwa sistem kita semakin terhubung secara global,” jelasnya.

Dari sisi industri, Aziz Sidqi, Business & Marketing Director Finpay, melihat lonjakan adopsi QRIS sebagai fenomena yang mencerminkan perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menyebut, pengguna QRIS telah menembus puluhan juta dan didominasi oleh generasi milenial serta Gen Z.

“Pembayaran digital sekarang bukan hanya alat transaksi, tapi sudah menjadi bagian dari digital lifestyle. Ke depan, QRIS berpotensi menjadi default payment, bukan sekadar alternatif,” ungkap Aziz. Ia menambahkan, pentingnya kolaborasi antara regulator, asosiasi, dan pelaku industri menjadi fondasi dalam membangun sistem keuangan yang kuat.

Sementara itu, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Ryan Rizaldy, memaparkan arah reformasi struktural yang tengah dijalankan regulator. Salah satu fokus utama adalah penataan akses kepesertaan melalui klasifikasi Penyelenggara Sistem Pembayaran (PSP) menjadi PSP Utama dan Non-Utama. “PSP Utama akan memiliki akses yang lebih luas terhadap infrastruktur sistem pembayaran, karena skala dan tingkat interkoneksinya yang tinggi,” jelas Ryan.

Dalam kesempatan yang sama, Apep M. K. Noormansyah, Direktur Technology Product & Operation Finpay, menyampaikan kesiapan teknologi Finpay dalam mendukung ekosistem yang andal. Finpay menerapkan konsep high availability untuk menjaga stabilitas layanan di tengah ketergantungan transaksi digital.

"Sistem kami saat ini mampu menangani hingga sekitar 1.500 transaksi per detik dengan utilitas masih di bawah 50%. Menunjukkan masih ada ruang untuk mengakomodasi lonjakan ke depan", ujarnya.

Kemampuan dan keandalan yang dimiliki menjadikan Finpay siap untuk berintegrasi dengan pembayaran digital untuk mendorong efisiensi operasional, termasuk pada model Buy Now Pay Later yang tumbuh pesat hingga 70% tahunan. Proses end-to-end digital memungkinkan verifikasi, credit scoring, dan pencairan dilakukan dalam hitungan menit. Sistem yang dimiliki Finpay juga memperluas inklusi keuangan bagi segmen unbanked.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banyak OTT, Kemendagri Tekankan Integritas Kepala Daerah
• 4 jam laludetik.com
thumb
Ditindak Pemprov DKI, Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Ikan Invasif?
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
November 2026 Setelah Piala Dunia, Timnas Indonesia Bisa Uji Coba Lawan Negara Besar Seperti Argentina
• 5 jam lalubola.com
thumb
Dilaporkan atas Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Syekh Ahmad Al Misry Kabur ke Mesir
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Kasus Saiful Mujani, Tenaga Ahli KSP: Istana Terbuka untuk Dialog | ROSI
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.