Washington: Presiden Donald Trump menyatakan harapannya agar kelompok Hizbullah mematuhi gencatan senjata yang disepakati antara Lebanon dan Israel.
Presiden Amerika Serikat itu menilai kepatuhan tersebut akan menjadi langkah penting menuju perdamaian.
Dalam pernyataannya, Trump menekankan pentingnya menghentikan kekerasan di kawasan. “Saya harap Hizbullah bertindak baik selama periode penting ini. Tidak ada lagi pembunuhan. Kita harus akhirnya mencapai perdamaian,” ujarnya, dikutip dari media Anadolu, Jumat, 17 April 2026.
Trump juga menyebut hari tersebut sebagai momen bersejarah bagi Lebanon setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata. Ia mengungkapkan kesepakatan itu dicapai setelah pembicaraan dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Menurut Trump, kedua pemimpin sepakat memulai gencatan senjata selama 10 hari yang berlaku mulai pukul 17.00 waktu setempat AS atau tengah malam di Tel Aviv dan Beirut. Kesepakatan ini bertujuan meredakan ketegangan dan membuka jalan menuju perdamaian.
Gencatan senjata tersebut merupakan hasil mediasi Amerika Serikat melalui pertemuan delegasi Lebanon dan Israel di Washington. Pembicaraan ini dilakukan di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Konflik bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang memicu balasan dari Teheran serta serangan Hizbullah ke Israel. Dalam enam minggu terakhir, serangan Israel ke Lebanon dilaporkan menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menyebabkan satu juta warga mengungsi.
Sementara itu, perang antara Iran dan pihak lawan saat ini juga berada dalam jeda, dengan upaya diplomasi terus dilakukan untuk mencapai kesepakatan damai permanen.
(Keysa Qanita)




