JAKARTA, KOMPAS.TV - Tersangka dugaan fitnah ijazah Jokowi, Roy Suryo, membantah pihaknya melemah dan terpecah usai Rismon Sianipar mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3.
"Mana ada makin lemah," ucap Roy dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV pada Jumat (17/4/2026).
Roy mengungkapkan gerakannya dalam kasus ijazah palsu Jokowi mendapatkan dukungan dari sejumlah purnawirawan TNI, akademisi, hingga ulama saat mendatangi DPR.
"Tidak hanya kami, purnawirawan TNI juga ada di sana, teman-teman dari UI ya, dari civitas akademika UI, UI Watch juga ada, dan juga dari para ulama ada di sana," ujar Roy Suryo.
Baca Juga: Andrie Yunus: Saya Minta Bapak Presiden Bentuk TGPF dan Putuskan Kasus Diselesaikan Peradilan Umum
Roy menegaskan, pihaknya tidak pernah menganggap keberadaan Rismon Sianipar sebagai hitungan kekuatannya dalam melawan Jokowi.
“Satu itu enggak kita hitung, karena dia semenjak dilaporkan oleh pihak sana, bahwa ijazah doktornya di Yamaguchi itu ternyata bohong, bodong, dia sudah kami anggap end game, selesai. Jadi, sudah end game dia, sudah enggak kami hitung lagi, udahan. Enggak ada kekuatannya sama sekali si Omon itu,” ujar Roy Suryo.
"Jangan kan teman-temannya yang ditipu, Tuhan aja ditipu sama dia kok, dengan dia atau keluarganya memalsukan surat kematiannya."
Sementara itu, lanjut Roy Suryo, berbeda dengan Eggi Sudjana yang meski bertemu Jokowi, tetapi dia tidak pernah menyampaikan pernyataan atau pengakuan bahwa ijazah Jokowi asli.
Baca Juga: KPK Identifikasi 8 Potensi Korupsi pada Program MBG, Soroti Regulasi dan Pengawasan
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- roy suryo
- rismon sianipar
- kubu roy suryo melemah
- rismon sianipar bebas
- kasus ijazah palsu jokowi
- kasus ijazah jokowi





