JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi, di Bandar Udara Narita, Jepang.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan pertemuan tersebut
“Benar, Pak Menhan melaksanakan pertemuan bilateral dengan Menhan Jepang di Bandara Narita Tokyo,” kata Rico, saat dihubungi, Jumat (17/4/2026).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Jepang, terutama di sektor maritim.
Baca juga: Kata Dubes Rusia Soal Menhan RI ke Amerika Serikat Saat Prabowo Bertemu Putin
“Serta komitmen kedua pihak untuk terus mendorong kerja sama yang saling menguntungkan sesuai kebutuhan dan prioritas masing-masing negara,” ujar dia.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi strategis kedua negara untuk menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama pertahanan ke depan.
Sebelum ke Jepang, Sjafrie diketahui bertemu dengan Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth.
Mereka menyepakati Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (Major Defense Cooperation Partnership/MDCP) antara Indonesia dan AS di Pentagon, pada Senin (13/4/2026) waktu setempat.
"Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin hari ini di Pentagon, di mana kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan bilateral Amerika Serikat–Indonesia menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama," ujar Jubir Pentagon Sean Parnell, dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Mengenal MDCP, Kesepakatan Baru Menhan RI dan AS di Bidang Pertahanan
MDCP memiliki tiga pilar utama yang dilaksanakan berdasarkan prinsip saling menghormati dan kedaulatan nasional.
Di antaranya seperti modernisasi militer dan pembangunan kapasitas, pelatihan dan pendidikan militer profesional, serta latihan dan kerja sama operasional.
Sjafrie dan Hegseth pun berkomitmen untuk memperluas cakupan dan kompleksitas latihan bilateral maupun multilateral, seperti Super Garuda Shield, guna memperkuat kapabilitas kolektif dan menjaga perdamaian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang