Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima kunjungan edukatif dari rombongan siswa SMPIT An-Nahl sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi kebencanaan sejak dini. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran interaktif bagi para siswa untuk memahami fenomena alam seperti cuaca, gempa bumi, hingga tsunami, serta pentingnya informasi peringatan dini.
Dalam sesi pemaparan, Novia Rosita dari Direktorat Meteorologi Publik BMKG mengenalkan konsep dasar meteorologi kepada para peserta. Ia menjelaskan perbedaan antara cuaca dan iklim, kategori cuaca, unsur-unsur pembentuknya, hingga dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem.
Selanjutnya, Direktorat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Iwan Prabowo menjelaskan secara menyeluruh mengenai gempa bumi. Ia memaparkan definisi gempa, penyebab terjadinya, serta faktor-faktor yang membuat Indonesia menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan seismik tinggi.
Selain itu, siswa juga dibekali pengetahuan praktis terkait langkah-langkah menghadapi gempa, mulai dari sebelum, saat, hingga setelah kejadian. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko saat terjadi bencana.
Syafira Ajeng Aristy turut menambahkan bahwa tsunami merupakan salah satu dampak dari gempa bumi, meskipun tidak semua gempa memicu tsunami. Ia juga menjelaskan faktor lain yang dapat menyebabkan tsunami serta langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan masyarakat.
Seluruh pemateri menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. Salah satu bentuk kesiapan yang disarankan adalah menyiapkan tas siaga bencana yang berisi perlengkapan penting untuk kondisi darurat.
Kegiatan edukatif ini semakin menarik dengan kunjungan langsung ke sejumlah fasilitas BMKG. Para siswa diajak mencoba Simulator Gempa Bumi untuk merasakan getaran secara langsung sekaligus mempelajari cara menyelamatkan diri saat gempa terjadi, dengan pendampingan petugas dari Direktorat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu.
Selain itu, siswa juga mengunjungi Museum Geofisika BMKG untuk melihat berbagai alat pemantau gempa, mulai dari perangkat konvensional hingga teknologi modern. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.
“Menyenangkan dan saya bisa melihat alat untuk mengukur gempa secara langsung,” ujar Aslam dan Arsyad, peserta kegiatan dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2026.
Di akhir kunjungan, para siswa diajak ke Galeri B.A.I.K. untuk mengenal lebih jauh alat pengamatan cuaca dan iklim beserta fungsinya. Mereka juga mendapatkan pemahaman tentang siklus air dan analisis klimatologi yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, BMKG berharap generasi muda semakin memahami fenomena alam serta memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana.
Editor: Redaksi TVRINews





