Matikan Pergerakan Penyerang Borneo Mariano Peralta Cs, PSM Siapkan Duet Bek Bernilai Rp14,77 Miliar

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Kondisi pincang di lini belakang memaksa PSM Makassar mengambil keputusan taktis yang tidak bisa ditawar. Absennya Aloisio Neto membuka skenario duet baru di jantung pertahanan, yakni mengandalkan kombinasi Yuran Fernandes dan Dusan Lagator. Duet ini bukan hanya soal pilihan, tetapi kebutuhan mendesak untuk meredam agresivitas lini depan Borneo FC Samarinda yang dikenal tajam.

Nilai pasar keduanya yang mencapai total sekitar Rp14,77 miliar memberi gambaran kualitas yang dimiliki. Namun dalam pertandingan seperti ini, angka tidak pernah cukup menjadi jaminan. Yang lebih menentukan adalah bagaimana keduanya mampu membangun koordinasi dalam waktu singkat, terutama menghadapi ancaman dari pemain seperti Mariano Peralta dan kolega yang mengandalkan kecepatan serta pergerakan tanpa bola.

Laga yang akan digelar di Stadion Gelora BJ Habibie ini menjadi ujian penting bagi PSM. Bermain di kandang sendiri dengan dukungan suporter seharusnya menjadi keuntungan. Namun di sisi lain, tekanan untuk meraih hasil maksimal justru bisa menjadi beban jika tidak dikelola dengan baik.

Kedatangan skuad PSM ke stadion sehari sebelum pertandingan memperlihatkan keseriusan tim dalam mempersiapkan laga. Rombongan pemain dan staf pelatih tiba dengan pengawalan atmosfer antusias dari suporter. Asisten pelatih Ahmad Amiruddin langsung memimpin agenda tim, mulai dari konferensi pers hingga sesi latihan resmi.

Dalam sesi official training, sebanyak 24 pemain terlihat mengikuti latihan. Namun absennya beberapa nama yang biasa mengisi starting eleven menjadi sinyal bahwa komposisi tim tidak dalam kondisi ideal. Selain Aloisio Neto, pemain seperti Daisuke Sakai juga dipastikan absen karena cedera.

Latihan yang digelar lebih berfokus pada penguatan fisik dan sentuhan dasar. Para pemain menjalani sprint, dribbling, serta passing ringan—menu latihan yang terlihat sederhana, tetapi penting untuk menjaga ritme dan kebugaran menjelang pertandingan. Di sisi lain, para penjaga gawang seperti Reza Arya Pratama menjalani latihan khusus berupa saving dan jumping untuk mengasah refleks.

Situasi ini membuat lini belakang menjadi perhatian utama. Tanpa Neto, beban besar ada di pundak Yuran dan Lagator. Yuran dikenal memiliki keunggulan dalam duel udara dan kepemimpinan di lini belakang, sementara Lagator menawarkan ketenangan serta kemampuan membaca permainan. Kombinasi ini diharapkan mampu menutup ruang gerak lawan, terutama dalam situasi transisi cepat yang sering dimanfaatkan Borneo.

Ahmad Amiruddin mengakui bahwa kondisi tim belum sepenuhnya ideal. Beberapa pemain masih dalam penanganan medis dan terus dipantau hingga jelang pertandingan. Ketidakpastian ini memaksa tim pelatih menyiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan perubahan komposisi di menit-menit akhir.

Di sisi lain, Borneo FC datang dengan kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Mereka memiliki lini depan yang produktif dan mampu memanfaatkan celah sekecil apa pun di pertahanan lawan. Dalam situasi seperti ini, komunikasi antarbek menjadi faktor krusial. Kesalahan koordinasi sekecil apa pun bisa berujung pada peluang berbahaya.

Pertandingan ini pada akhirnya akan ditentukan oleh detail-detail kecil. Bukan hanya soal siapa yang lebih kuat di atas kertas, tetapi siapa yang lebih disiplin dalam menjalankan rencana permainan. Bagi PSM, menjaga konsentrasi sejak menit awal menjadi keharusan, terutama untuk meredam tekanan yang kemungkinan akan datang dari Borneo sejak awal laga.

Duet Yuran Fernandes dan Dusan Lagator kini menjadi tumpuan. Nilai pasar mereka mungkin tinggi, tetapi yang benar-benar diuji adalah kemampuan mereka menjawab kepercayaan di lapangan. Jika berhasil meredam Mariano Peralta dan lini serang Borneo, maka PSM tidak hanya menjaga peluang meraih poin penuh, tetapi juga membuktikan bahwa mereka tetap solid meski tanpa beberapa pemain kunci.

Laga di Parepare ini bukan sekadar pertandingan rutin. Ia adalah ujian kedalaman skuad, kecermatan taktik, dan mentalitas tim dalam menghadapi situasi yang tidak ideal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Dorong Naming Rights untuk Biayai Revitalisasi Taman Jakarta
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Korban Meninggal Sudah Tiga Hari Baru Ditemukan, Diduga Gantung Diri Usai Ditinggal Istri
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Kapan Pencairan Rapel dan Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026? PT Taspen Beri Penjelasan Resmi
• 15 jam laluharianfajar
thumb
RI Capai Swasembada Plus, Mentan Optimistis Hadapi El Nino Meski Krisis Pangan Global
• 11 jam lalumatamata.com
thumb
Dukung Prospek Tambang Pani, Merdeka Gold (EMAS) Temukan Potensi dari Pengeboran Kolokoa 
• 40 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.