CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemerintah Kota Makassar mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam seleksi calon komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode mendatang. Hingga penutupan pendaftaran, sebanyak 68 orang resmi mengikuti proses seleksi.
“Hingga penutupan pendaftaran, total sebanyak 68 orang resmi mendaftarkan diri,” jelas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Makassar, Mohammad Syarief, Jumat (17/4/2026).
Syarief menilai tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk berkontribusi dalam pengelolaan zakat di Makassar.
“Jumlah pendaftar mencapai 68 orang. Ini menunjukkan minat yang besar dari masyarakat untuk berkontribusi dalam pengelolaan zakat di Kota Makassar,” sebutnya.
Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi, akademisi, aktivis sosial, hingga unsur organisasi keagamaan. Bahkan, seleksi kali ini turut diikuti guru besar dan akademisi bergelar doktor (S3), serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Selain itu, terdapat sekitar tiga petahana yang kembali mendaftar, meski ketua BAZNAS periode sebelumnya tidak ikut dalam seleksi.
Saat ini, panitia seleksi tengah melakukan pemeriksaan administrasi yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Hasilnya akan ditetapkan untuk menentukan peserta yang lolos ke tahap berikutnya.
Peserta yang memenuhi syarat akan mengikuti tes berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT) pada 20–21 April di MAN 2 Makassar, dengan dukungan Kementerian Agama.
Materi ujian meliputi fikih zakat, regulasi pengelolaan zakat termasuk Undang-Undang BAZNAS, serta pemahaman peran strategis BAZNAS dalam kehidupan sosial.
Dari seluruh tahapan, panitia seleksi akan menyaring peserta menjadi 10 besar. Nama-nama tersebut selanjutnya diajukan oleh Pemerintah Kota Makassar untuk mengikuti proses lanjutan di BAZNAS pusat.
“Secara umum mekanisme seleksi masih sama seperti periode sebelumnya, namun kali ini lebih selektif karena didukung sistem aplikasi dari Kementerian Agama,” tutup Syarief.
Pemerintah berharap proses seleksi ini menghasilkan komisioner yang profesional, berintegritas, dan mampu mengoptimalkan pengelolaan zakat untuk kesejahteraan masyarakat.



