Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta kelompok Hizbullah untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel yang baru saja disepakati.
Trump menyampaikan seruan tersebut melalui platform Truth Social dengan harapan Hizbullah menjaga sikap selama periode penting tersebut.
Ia mengatakan "Saya berharap Hizbullah bertindak dengan baik selama periode penting ini. Ini akan menjadi momentum besar bagi mereka jika mereka mematuhinya", ungkapnya.
Trump juga menegaskan pentingnya menghentikan kekerasan dengan pernyataan "Jangan ada lagi pembunuhan. Harus ada perdamaian", tegasnya.
Dalam unggahan lainnya, Trump menyebut hari dimulainya gencatan senjata sebagai "hari bersejarah bagi Lebanon" yang membuka peluang bagi perkembangan positif di kawasan.
Gencatan Senjata 10 Hari DisepakatiTrump mengumumkan adanya gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon setelah melakukan komunikasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Kesepakatan tersebut tercapai usai delegasi Lebanon dan Israel menggelar perundingan di Washington DC dengan mediasi dari Amerika Serikat.
Latar Belakang Eskalasi KonflikSebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang memicu eskalasi konflik di kawasan.
Serangan tersebut memicu balasan terhadap sekutu Amerika Serikat di wilayah Teluk serta serangan dari Hizbullah di Lebanon.
Israel kemudian melancarkan serangan terhadap Hizbullah yang mengakibatkan lebih dari 2.000 orang tewas dan sekitar 1 juta orang mengungsi dalam enam pekan terakhir.
Konflik dengan Iran mulai mereda setelah adanya gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
Meski demikian, pembicaraan untuk mencapai penyelesaian konflik secara permanen masih terus berlangsung.




