Havana: Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menyatakan negaranya tidak menginginkan agresi militer dari Amerika Serikat, namun siap melawan jika hal tersebut terjadi.
Pernyataan itu disampaikan dalam aksi memperingati 65 tahun deklarasi karakter sosialis Revolusi Kuba.
Dalam pidatonya, Díaz-Canel menegaskan kesiapan Kuba menghadapi ancaman yang ada. “Kami tidak menginginkannya, tetapi adalah tugas kami untuk bersiap mencegahnya dan, jika tak terhindarkan, untuk mengalahkannya,” ujar Diaz-Canel.
Baca Juga :
AS Dilaporkan Tingkatkan Persiapan Operasi Militer ke KubaMenanggapi hal itu, Díaz-Canel menilai pernyataan tersebut sebagai narasi yang tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa Kuba bukan negara gagal, melainkan negara yang sedang menghadapi tekanan dari berbagai sisi.
Ia menyebut Kuba saat ini mengalami agresi multidimensi, termasuk perang ekonomi, blokade yang diperketat, dan krisis energi. Kondisi ini turut memperburuk situasi ekonomi yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, Díaz-Canel menegaskan negaranya tetap bertahan di bawah sistem sosialisme. Ia juga menyoroti pencapaian di bidang pendidikan meski banyak tenaga profesional memilih emigrasi akibat krisis ekonomi.
Hubungan kedua negara masih diwarnai ketegangan meski komunikasi untuk meredakan konflik diakui tetap berlangsung. Namun, belum ada rincian lebih lanjut mengenai hasil pembicaraan tersebut.
(Keysa Qanita)




