Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari prediksi Bank Dunia. Seperti diketahui, Bank Dunia sempat menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Saya akan buktikan Anda (Bank Dunia) salah. Karena saya akan menciptakan ekonomi yang lebih tinggi dari yang Anda (Bank Dunia) prediksikan. Dia sudah tahu dan dia ikut mendoakan, kira-kira begitu," ungkap Purbaya, dalam program Prime Time News Metro TV, Jumat, 17 April 2026.
Bank Dunia sebelumnya merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,7 persen. Angka ini turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,8 persen yang dirilis April 2026 ini.
Apabila dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik yang hanya 4,2 persen, Indonesia masih lebih unggul.
Menilik hal itu, Purbaya menegaskan target pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di atas 5,5 persen untuk 2026. Namun demikian, lanjut Purbaya, target tersebut perlu upaya yang lebih keras untuk mencapainya.
"Tapi saya yakin kalau kita menjaga permintaan dalam negeri dengan baik, ekonomi kita bisa akan tumbuh dengan lebih baik lagi," ujar Purbaya.
Menurut Purbaya, walaupun terjadi ketidakpastian global, namun ekonomi global tidak resesi. Dia mengatakan ekonomi global masih tumbuh walaupun lebih pelan. Menilik pengalaman 2009, pada waktu seluruh negara di dunia mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi, Indonesia masih bisa tumbuh 4,6 persen karena menjaga permintaan dalam negeri.
"Jadi sial-sialnya dalam keadaan sekarang, ketika semua negara di dunia mengalami kontraksi ekonomi, harusnya kita tumbuhnya 4,6 persen kalau kita jaga permintaan dalam negeri. Kalau dia cuma prediksi 4,7 persen, berarti dia menganggap kita tidur, kira-kira begitu. Kan saya nggak tidur, sekarang pagi-pagi aja bangun," kata Purbaya.
Purbaya mengatakan, Bank Dunia mengakui prediksinya terlalu pesimistis. Pada saat bersamaan, Asian Development Bank (ADB) juga mengeluarkan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen.
"Jadi sepertinya memang mereka terlalu pesimistis. Kalau kita lihat juga, perang ini sepertinya nggak akan berlangsung terlalu lama lagi. Karena saya lihat Trump akan ke Pakistan, kalau nggak clear arahnya mungkin nggak akan ke sana. Paling nggak ujungnya sudah mulai kelihatan. Artinya mungkin shock yang dialami oleh kita tidak akan berlangsung sepanjang tahun ini," jelas Menkeu.
Oleh karena itu, Purbaya percaya diri Indonesia masih punya senjata tambahan untuk memberi dorongan ke perekonomian lebih lanjut, sesuai dengan program-program yang sudah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.




