jpnn.com, JAKARTA - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas melontarkan pujian terhadap gebrakan berani Menpora Erick Thohir yang memangkas ratusan aturan menjadi hanya segelintir regulasi.
Menurutnya, langkah drastis ini bukan sekadar reformasi administratif, melainkan upaya untuk membersihkan birokrasi dari keruwetan yang selama ini menghambat kemajuan olahraga nasional.
BACA JUGA: Erick Thohir Puji Pendekatan John Herdman, Singgung Kunci Timnas Menuju Piala Dunia 2030
Gebrakan itu diwujudkan lewat deregulasi 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) menjadi hanya 4 aturan inti.
Dalam acara penetapan di Kementerian Hukum, Jakarta, Supratman menyebut langkah ini sebagai lompatan berani yang tidak semua pejabat mampu melakukan.
BACA JUGA: Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti, Pengurus Pusat Beri Dukungan Penuh
“Ini bukan pekerjaan ringan. Hanya mereka yang benar-benar memahami arah kebijakan Presiden yang bisa berani menyederhanakan regulasi sebesar ini," tegasnya.
Menurut Supratman, langkah Erick bukan sekadar memangkas aturan, tetapi juga membongkar pola lama yang cenderung berbelit-belit.
BACA JUGA: Dukung Pengembangan Pencak Silat, Menpora Raih Penghargaan dari Presiden Prabowo
Dia menilai pendekatan baru ini akan membuka jalan bagi sistem pembinaan atlet yang lebih cepat, efisien, dan berorientasi hasil.
"Beliau juga tidak ingin peraturan itu justru mempersulit diri sendiri karena tujuan utamanya adalah bagaimana Indonesia meraih prestasi, pembinaan atlet sekaligus prestasinya meningkat baik di tingkat nasional dan dunia," imbuhnya.
Lebih jauh, dia menilai duet Erick Thohir dan Wakil Menpora Taufik Hidayat sebagai kombinasi berkelas yang berpotensi melahirkan era baru prestasi olahraga Indonesia.
"Sinergi ini bukan main-main. Satu ahli manajemen, satu lagi legenda Olimpiade. Kalau regulasi sudah dipangkas dan arah kebijakan jelas, hasilnya bisa luar biasa,” ujarnya.
Supratman juga mengaitkan langkah ini dengan gaya kepemimpinan Prabowo Subianto yang mendorong deregulasi di berbagai sektor strategis, termasuk ketahanan pangan.
Dia menilai pendekatan serupa kini mulai merambah sektor olahraga dan dampaknya bisa sama besar.
"Beberapa hal yang Presiden telah contohkan terkait deregulasi yakni bagaimana beliau telah melakukan upaya sekitar 141 per-UU dibidang ketahanan pangan, alhamdulillah hasilnya kelihatan tahun ini Indonesia bisa swasembada pangan," ucapnya.
Dengan hanya empat Permenpora sebagai senjata baru pemerintah diyakini sedang membuka jalur cepat bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi sekaligus mengakhiri era regulasi rumit yang selama ini menjadi penghambat di balik layar.(dkk/jpnn)
Redaktur : Friederich Batari
Reporter : Muhammad Amjad




