Munas Asbanda 2026: 27 BPD Konsolidasi Nasional, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Inklusif

kompas.tv
15 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi. Peresmian Kantor baru Asbanda (Asosiasi Bank Pembangunan Daerah) (Sumber: KONTAN/Baihaki)

SOLO, KOMPAS.TV- Selama ini Bank Pembangunan Daerah (BPD) sering kali dipandang hanya sebagai tempat 'parkir' atau penyimpanan dana Pemerintah Daerah (Pemda). Namun, paradigma lama tersebut kini sedang didobrak secara masif.

Melalui Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) ke-25 yang digelar di Hotel Alila, Surakarta, Jumat (17/4/2026), sebanyak 27 BPD seluruh Indonesia sepakat untuk memperkuat posisi mereka sebagai orkestrator sekaligus akselerator ekonomi daerah.

Sekretaris Jenderal Asbanda, Rokidi, menegaskan BPD sudah saatnya 'naik kelas'. Konsolidasi nasional di Solo ini menjadi momentum krusial agar BPD tidak hanya menjadi lembaga intermediasi pasif, melainkan menjadi mitra strategis yang aktif mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Baca Juga: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk Tahun 2022

"BPD tidak boleh hanya menjadi tempat parkir dana pemerintah daerah. BPD harus naik kelas menjadi orkestrator pengelolaan keuangan daerah, penjaga stabilitas likuiditas, sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi regional," ujar Rokidi dalam siaran pers yang diterima Kompas.tv.

Agenda utama Munas kali ini bukan sekadar seremonial. Asbanda fokus pada pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Keuangan (RKAK) 2026 yang akan menjadi kompas strategis organisasi. Targetnya yakni membuat 27 BPD yang tersebar dari Aceh hingga Papua menjadi lebih adaptif dan kompetitif di tengah disrupsi industri keuangan.

Rokidi, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank Kalbar, menjelaskan sinergi antar-BPD adalah kunci untuk menciptakan skala ekonomi yang lebih besar. Dengan kolaborasi, BPD dapat memperluas akses layanan keuangan hingga ke pelosok, yang selama ini mungkin sulit dijangkau secara mandiri.

“Sinergi ini dinilai krusial untuk menciptakan skala ekonomi yang lebih besar serta memperluas akses layanan keuangan di daerah.”

Direktur Eksekutif Asbanda, Wimran Ismaun (memegang microphone) didampingi sejumlah pengurus Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) saat jumpa pers terkait Musyawarah Nasional (Munas) Asbanda ke-25 yang digelar di Hotel Alila, Surakarta, Jumat (17/4/2026). (Sumber: dok. Asbanda)

Optimisme Asbanda didukung oleh data kinerja yang solid. Hingga Desember 2025, total aset BPD seluruh Indonesia mencatatkan angka fantastis, yakni tembus Rp1.060,70 triliun, tumbuh 4,08 persen (yoy).

Sektor intermediasi juga menunjukkan tren positif. Realisasi kredit dan pembiayaan mencapai Rp661,54 triliun, meningkat 2,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka-angka ini menjadi bukti bahwa BPD tetap menjadi tumpuan utama dalam menggerakkan roda bisnis UMKM di daerah.

Penulis : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • bank pembangunan daerah
  • bpd
  • asosiasi bank pembangunan daerah
  • asbanda
  • munas asbanda
  • solo
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Milik Hercules, Pemerintah Pastikan Lahan di Tanah Abang Aset Negara
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
KontraS Pilih Boikot Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Polda Metro Sebut Ada Dua Laporan terhadap Feri Amsari
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Heboh! Istri Ahmad Sahroni Diisukan Selingkuh dengan Drummer Band 90-an
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Jakarta Siapkan Insentif Khusus
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.