CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemerintah Iran memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal komersial selama masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon berlangsung.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa aktivitas pelayaran di kawasan strategis tersebut berjalan normal tanpa gangguan berarti.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur pelayaran bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa periode gencatan senjata,” ujar Araghchi dalam unggahan di X, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (17/4/2026).
Mengutip CNN Indonesia, Jumat (17/4), kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon sendiri berlangsung selama 10 hari, dimulai pada Kamis (16/4) pukul 17.00 waktu setempat.
Sebelumnya, Iran sempat menutup Selat Hormuz sebagai bentuk tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel, menyusul serangan intensif yang terjadi sejak 28 Februari. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran global terkait potensi krisis bahan bakar minyak dan lonjakan harga energi.
Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat melakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran, menyusul kegagalan negosiasi antara kedua negara.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyambut positif keputusan Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyampaikan apresiasinya atas langkah tersebut.
"IRAN BARU SAJA MENGUMUMKAN SELAT IRAN TELAH SEPENUHNYA TERBUKA DAN SIAP UNTUK DILEWATI SEPENUHNYA. TERIMA KASIH!" tulis Trump.



