Gubernur Papua Tengah Bentuk Tim Darurat Tangani Korban Sipil Penembakan di Puncak

pantau.com
15 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyiapkan tim terpadu tanggap darurat untuk menangani dan mendata warga sipil korban penembakan di Kabupaten Puncak sebagai langkah percepatan penanganan kemanusiaan.

Penanganan Darurat dan Korban Sipil

Meki Nawipa menyatakan tim darurat akan segera dibentuk bersama pemerintah daerah Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya dalam waktu dekat.

"Dalam satu dua hari ini kita bentuk tim terpadu tanggap darurat bersama dari Pemkab Puncak dan Puncak Jaya untuk menangani korban," ungkapnya.

Konflik bersenjata antara aparat keamanan dan Organisasi Papua Merdeka memicu munculnya korban sipil di wilayah perbatasan kedua kabupaten tersebut.

Pemerintah provinsi melakukan pendataan korban secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak termasuk Palang Merah Indonesia.

Dukungan logistik juga disiapkan bagi masyarakat terdampak, termasuk penambahan tenda darurat untuk para pengungsi.

Penanganan medis menjadi prioritas utama dengan jaminan pembiayaan pengobatan korban hingga sembuh.

"Kami sudah mengunjungi langsung korban, termasuk empat anak-anak yang terkena peluru. Pemprov akan menanggung seluruh biaya pengobatan sampai sembuh, satu anak sudah diterbangkan ke Jayapura untuk mendapat pengobatan," ia mengungkapkan.

Salah satu korban anak diketahui telah dirujuk ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.

Pemerintah juga menjamin keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak korban konflik, termasuk yang kehilangan orang tua.

Klaim Berbeda dan Upaya Penyelesaian Konflik

Gubernur menegaskan pentingnya pendekatan dialog untuk meredakan konflik yang terjadi.

"Kita harus mengedepankan komunikasi dan pendekatan humanis agar pelan-pelan dapat menciptakan kedamaian," ujarnya.

Ia juga mengutuk jatuhnya korban sipil dalam konflik tersebut, terutama perempuan dan anak-anak.

"Kami mengutuk tindakan yang tidak presisi, di mana anak-anak dan perempuan menjadi korban," katanya.

Insiden kekerasan di Kabupaten Puncak diwarnai saling klaim antara aparat keamanan dan pihak Organisasi Papua Merdeka.

Pihak Tentara Nasional Indonesia menyebut tiga warga sipil, terdiri dari satu perempuan dan dua anak-anak, terluka akibat penembakan yang diduga dilakukan OPM di Distrik Sinak pada 15 April 2026.

Korban dievakuasi oleh TNI bersama tenaga kesehatan dan warga untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Penerangan Komando Operasi TNI Habema Wirya Arthadiguna menyatakan fokus utama saat ini adalah keselamatan korban serta penyelidikan pelaku.

Di sisi lain, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat yang berafiliasi dengan OPM mengklaim aparat militer Indonesia melakukan operasi pada 13 hingga 15 April 2026 yang menyebabkan korban sipil dan pengungsian.

TPNPB menyebut terdapat sembilan korban jiwa dari kalangan sipil serta meminta investigasi independen dan akses kemanusiaan internasional.

Hingga kini belum ada konfirmasi independen yang dapat memverifikasi secara menyeluruh klaim kedua pihak terkait jumlah korban dan kronologi kejadian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tujuh Kebiasaan Pagi Hari yang Dapat Meningkatkan Risiko Gangguan Kesehatan Jantung
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Pramono Anung Berantas Ikan Sapu-sapu di Sungai Jakarta, Memang Apa Bahayanya?
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Iran Umumkan Selat Hormuz Kini Terbuka
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rumah Bandar Narkoba Dibakar Warga, Kapolsek dan Kanit Reskrim Panipahan Dicopot Kapolda Riau
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
PDIP Peringati 71 Tahun Konferensi Asia Afrika, Hasto: Indonesia Harus Kembali Jadi Mercusuar Keadilan Dunia
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.