Tujuh Kebiasaan Pagi Hari yang Dapat Meningkatkan Risiko Gangguan Kesehatan Jantung

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Sejumlah kebiasaan di pagi hari seperti melewatkan sarapan hingga langsung terpapar stres dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jantung jika dilakukan secara berulang.

Kebiasaan Pagi yang Picu Risiko

Konsultan kardiolog intervensi di Manipal Hospital, Pune, Dr Akash Motgi menjelaskan kondisi tubuh di pagi hari sangat rentan karena terjadi peningkatan tekanan darah dan hormon stres.

“Meski ini proses normal, ada kebiasaan tertentu yang bisa memperburuk dampaknya pada arteri seiring waktu dan berkontribusi pada hasil kesehatan jantung yang lebih buruk,” ungkapnya.

Ia menyebutkan beberapa kebiasaan yang berisiko antara lain melewatkan sarapan yang dapat memicu lonjakan gula darah dan kolesterol.

Selain itu, konsumsi makanan tinggi garam atau olahan di pagi hari juga meningkatkan tekanan darah karena kelebihan natrium.

Minum kafein berlebihan saat perut kosong turut memicu peningkatan detak jantung dan tekanan darah dalam beberapa jam.

Merokok setelah bangun tidur juga dinilai berbahaya karena nikotin menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Kurangnya aktivitas fisik di pagi hari membuat sirkulasi darah melambat dan memicu kekakuan arteri.

Mengabaikan hidrasi setelah bangun tidur dapat membuat darah lebih kental dan meningkatkan beban kerja jantung.

Memulai hari dengan stres seperti terburu-buru atau langsung melihat layar juga meningkatkan hormon kortisol yang berdampak buruk bagi jantung.

Dampak Jangka Panjang dan Pencegahan

Akash menegaskan kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus dapat menyebabkan penumpukan plak dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

“Paparan berulang terhadap pemicu kecil namun tidak sehat dapat menyebabkan kekakuan arteri, penumpukan plak, dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular,” ujarnya.

Ia menyarankan perubahan sederhana seperti sarapan seimbang, cukup minum air, mengurangi garam, dan mengelola stres sejak pagi hari.

Pemeriksaan kesehatan rutin juga penting terutama bagi individu dengan tekanan darah tinggi, diabetes, atau kolesterol tinggi.

Menurutnya, jika kondisi pembuluh darah memburuk, pasien bisa memerlukan tindakan medis seperti pemasangan stent atau operasi bypass.

“Jika penyempitan pembuluh darah memburuk, aliran darah ke organ akan menurun,” jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump harapkan hasil baik bagi perundingan AS-Iran pada akhir pekan
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Minyakita Langka! Pedagang di Semarang Keluhkan Sebulan Tak Ada Pasokan
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Alung Kurir Sabu 58 Kg Bagian Jaringan Internasional, Otak Pelaku di LN
• 3 jam laludetik.com
thumb
Data Pengembang Game Diduga Bocor Imbas IGRS, Pakar IT Sarankan Dikelola Ahli
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
KPK Sita Dokumen dan Uang Rp 95 Juta Terkait Kasus Pemerasan Bupati Tulungagung
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.