Transformasi Krakatau Steel Dinilai Perkokoh Fondasi Industri Nasional

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

 

Jakarta: Ketua MPR Ahmad Muzani melakukan kunjungan kerja strategis ke kawasan industri PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) di Cilegon. Kunjungan ini menjadi sinyal kuat dukungan negara terhadap keberhasilan transformasi Krakatau Steel Group yang terus menunjukkan tren positif.

Momentum ini juga menegaskan Krakatau Steel Group bukan sekadar entitas bisnis, melainkan aset strategis nasional yang krusial dalam memperkokoh struktur manufaktur nasional sekaligus meningkatkan daya saing baja lokal di tengah ketatnya kompetisi global. Muzani menilai transformasi Krakatau Steel Group telah membawanya menjadi entitas yang lebih adaptif dan kompetitif.

“Krakatau Steel Group telah mengalami transformasi besar dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman. Ini adalah industri baja yang patut kita banggakan sebagai yang terbesar di Indonesia,” kata Muzani di sela-sela kunjungannya ke fasilitas Krakatau Steel Group, Cilegon, Jumat, 17 April 2026.

Muzani menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kinerja agar Krakatau Steel Group semakin efisien di kancah internasional. Dia menilai kombinasi teknologi mutakhir dan kualitas SDM yang mumpuni telah menjadi kunci sukses Krakatau Steel Group dalam mencatatkan laba serta memperbaiki tata kelola keuangan secara fundamental.

“Kami melihat kemampuan teknologi dan SDM yang dimiliki sangat baik. Dampaknya nyata, Krakatau Steel Group kini mampu mencatatkan laba dan terus memperbaiki pengelolaan keuangannya,” ujar Muzani

Diproyeksikan Jadi Tumpuan Infrastruktur dan Otomotif 

Muzani berharap Krakatau Steel Group terus memperkokoh perannya sebagai ikon kebanggaan nasional. Dia menegaskan Krakatau Steel Group harus menjadi andalan utama, dalam memenuhi kedaulatan baja domestik maupun ekspansi di pasar ekspor.

“Kebutuhan baja ke depan akan terus melonjak, mulai dari pembangunan infrastruktur, industri otomotif, hingga perkeretaapian. Kami berharap Krakatau Steel Group menjadi tumpuan utama dari seluruh sektor strategis tersebut dan terus melaju sebagai pemimpin industri baja nasional,” ungkap Muzani.

Visi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri. Dengan performa yang kian solid, Krakatau Steel Group diyakini mampu menjawab tantangan kebutuhan material berkualitas tinggi yang menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Baca Juga:  Krakatau Posco Dorong Pembangunan Industri Berkelanjutan



Ketua MPR Ahmad Muzani didampingi Direktur Utama Krakatau Steel Dr. Akbar Djohan melakukan kerja strategis ke kawasan industri PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) di Cilegon. Dok. Istimewa

Sementara itu, Direktur Utama Krakatau Steel Group, Akbar Djohan, menegaskan tingginya kepercayaan negara merupakan katalis strategis bagi Krakatau Steel Group, untuk mengakselerasi transformasi dan performa bisnis secara berkelanjutan.

“Apresiasi dan kepercayaan negara adalah motivasi besar bagi kami untuk terus memacu efisiensi serta memperkuat rantai pasok nasional. Krakatau Steel Group berkomitmen penuh menjalankan peran sebagai aset strategis dalam mewujudkan kemandirian industri nasional,” tegas Akbar.

Akbar menjelaskan peta jalan transformasi yang dijalankan Krakatau Steel Group saat ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama Krakatau Steel Group adalah mendukung akselerasi industrialisasi dan memperkokoh ketahanan ekonomi nasional melalui penguatan sektor baja sebagai fondasi utama pembangunan.

Kawasan Industri Terintegrasi Jadi Magnet Investasi 

Akbar menegaskan keunggulan Krakatau Steel Group tidak hanya pada produksi baja, tetapi juga pada kawasan industri terintegrasi yang didukung ekosistem lengkap mulai dari pasokan energi, pengolahan air, teknologi, hingga konektivitas logistik melalui kereta api, jalan tol, dan pelabuhan.

“Krakatau Steel Group tengah mengembangkan kawasan industri baru di Anyer, Kabupaten Serang, yang difokuskan pada sektor petrokimia dan industri strategis, serta diproyeksikan berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” jelas Akbar.

Dia menambahkan kawasan industri tersebut memiliki luas awal sekitar 400 hektare yang akan berkembang hingga lebih dari 2.000 hektare, serta diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan industri baru sekaligus magnet investasi di wilayah barat Indonesia. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dibuka! Rekrutmen 5.476 Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih, Ini Syarat, Jadwal, dan Cara Daftarnya
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Pengamat Ubedilah Soal Laporan Ujaran Kebencian ke Prabowo-Gibran: Memperburuk Demokrasi
• 12 jam lalukompas.com
thumb
BNPP percepat penataan ruang eks OBP di Simantipal-Pulau Sebatik
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Rivera ungkap kondisi ruang ganti usai kalah dari Madura United
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Gol Lulinha Buat Persebaya Tertinggal 0-1 Atas Madura United di Babak Pertama
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.