JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah Indonesia menyambut positif keputusan Selat Hormuz yang kembali dibuka oleh Iran untuk pelayaran komersial internasional.
Kebijakan ini dinilai menjadi momentum penting dalam memulihkan stabilitas rantai pasok energi global yang sempat terganggu akibat ketegangan geopolitik.
Sebagai jalur vital distribusi minyak dan gas dunia, pembukaan Selat Hormuz memberikan sinyal kuat meredanya ketidakpastian global.
BACA JUGA:Selat Hormuz Tak Kunjung Dibuka, Bahlil Ungkap Kondisi Real Stok LPG
Jalur ini selama ini menjadi penghubung utama pengiriman energi dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menegaskan, dampak positif tidak hanya dirasakan secara global.
Bagi Indonesia, hal ini berpengaruh bsar memperkuat ketahanan energi nasional.
"Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia. Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik," ujar Anggia di Jakarta.
Ia menambahkan, pemerintah sejak awal telah mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan melalui penguatan cadangan energi nasional dan diversifikasi sumber pasokan.
BACA JUGA:Prabowo: Satu Selat Hormuz Bisa Tentukan Hidup Banyak Bangsa
Langkah ini terbukti mampu menjaga stabilitas energi domestik di tengah tekanan global.
"Pemerintah memastikan bahwa ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian kemarin. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, tekanan terhadap rantai pasok global mulai mereda, termasuk terhadap pergerakan harga minyak dunia yang menunjukkan tren penurunan," tambah Anggia.
Sebelumnya, otoritas Iran secara resmi mengumumkan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz telah kembali dibuka sepenuhnya. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan bahwa seluruh kapal komersial kini dapat melintas tanpa hambatan.
Kementerian ESDM berupaya akan terus memantau perkembangan global secara ketat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional di tengah dinamika geopolitik yang masih berkembang.
Pembukaan kembali jalur ini langsung disambut positif oleh pasar global.
- 1
- 2
- »





