Berkat Sekolah Rakyat, Remaja Ini Hidupkan Lagi Impian untuk Bekerja di Pertambangan

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Melanjutkan pendidikan sempat tak pernah terlintas di benak Syifa Syafitri, remaja putri asal Desa Kayu Lawang, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Boyolali, Jatim

Berkat Sekolah Rakyat, Remaja Ini Hidupkan Lagi Impian untuk Bekerja di Pertambangan (FOTO:Dok BPMI Setpers)

IDXChannel - Melanjutkan pendidikan sempat tidak pernah terlintas di benak Syifa Syafitri, remaja putri asal Desa Kayu Lawang, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sebab, dua tahun silam, ia terpaksa putus sekolah di kelas 8 SMP akibat keterbatasan ekonomi.

Ia mengatakan, penghasilan kedua orang tuanya tidak cukup untuk membawanya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Saat ini, ayahnya bekerja sebagai pemulung, sementara sang ibu berjualan pakaian bekas.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat dan Harga Minyak Anjlok Tajam usai Dibukanya Kembali Selat Hormuz

Syifa pun mengikhlaskan kondisi tersebut. Namun, di saat yang sama, ia juga terpaksa mengubur dalam-dalam impiannya untuk bekerja di sektor pertambangan, yang merupakan cita-citanya sejak dulu.

"Saya putus sekolah di tahun ajaran 2024, di kelas 8 menuju semester dua akhir karena ekonomi keluarga saya," kata Syifa, dikutip keterangan tertulis Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga:
6,98 Ton Ikan Sapu-sapu Ditangkap dalam Operasi Pembersihan di 5 Wilayah Jakarta

Setelah tidak melanjutkan pendidikan, Syifa mengabdikan waktunya untuk keluarga. Sebagai anak sulung dari lima bersaudara, ia merasa bertanggung jawab mengurus adik-adiknya serta membantu sang ibu memilih dan mencuci pakaian bekas untuk dijual.

"Nanti juga pas jualan baju juga sama ibu, berdua terus," tuturnya. Namun kini, Syifa kembali memiliki harapan untuk meraih cita-citanya. Berkat program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, ia dapat melanjutkan pendidikan kelas 8 di SR SMP 78 Sragen secara gratis.

Baca Juga:
Satgas Anti Mafia Tanah Siap Ambil Langkah Hukum soal Sengketa Lahan di Tanah Abang

Ia pun mengaku senang, bukan hanya karena bisa kembali bersekolah, tetapi juga karena mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai.

Ia mengatakan, selama bersekolah di Sekolah Rakyat, ia memperoleh fasilitas makan gratis tiga kali sehari, kudapan gratis dua kali sehari, asrama gratis, serta satu unit laptop dan ponsel pintar.

Baca Juga:
PPIH Siap Sukseskan Penyelenggaraan Haji 2026

"Seragam dan baju tidur serta baju untuk di asrama juga dikasih dari Sekolah Rakyat tanpa dipungut sepeser biaya apapun," kata dia.

Lebih lanjut, Syifa juga mengaku senang bersekolah di SR SMP 78 Sragen karena dibekali kegiatan ekstrakurikuler di bidang olahraga, kesenian, serta bahasa. Selain itu, ia juga belajar kemandirian dan kedisiplinan selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Baca Juga:
BCA (BBCA) Dukung Implementasi QRIS Cross Border di Korea Selatan

"Jadi kalau bangun subuh itu sudah enggak dibangunin lagi dari wali asuh dan wali asrama, tapi diri kita sendiri. Terus juga kita cuci baju sendiri," katanya.

Atas kesempatan pendidikan dan fasilitas tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada Prabowo karena telah memberinya kesempatan untuk melanjutkan cita-cita yang sempat tertunda. Sebagai bentuk apresiasi, ia pun memanjatkan doa tulus kepada Prabowo.

"Semoga Bapak Prabowo, Bapak Gibran, dan Bapak-Ibu yang ada di belakang Sekolah Rakyat bisa sehat selalu, panjang umurnya, rezekinya dilancarkan," ujar dia.

(kunthi fahmat sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
14 Kecamatan di Bandung Barat Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan Skenario Darurat
• 18 menit lalurepublika.co.id
thumb
Andrie Yunus Kirim Surat ke Prabowo Presiden, Minta Peradilan Umum dan Bentuk TGPF
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pramono Dorong Naming Rights untuk Biayai Revitalisasi Taman Jakarta
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Bendungan Batutegi dan Way Sekampung Diproyeksi Aliri 32.676 Hektare Lahan hingga Akhir 2026
• 18 menit lalupantau.com
thumb
Menperin Jamin Stok Plastik Nasional Aman
• 21 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.