Eks Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Sampaikan Permohonan Maaf

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Nadiem menyoroti gaya kepemimpinannya yang mungkin dianggap terlalu mendobrak tanpa mempedulikan etika birokrasi yang ada.

Eks Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Sampaikan Permohonan Maaf (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, memberikan pernyataan emosional dalam sesi doorstop interview di sela-sela persidangannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa lalu (14/4/2026). 

Setelah tujuh bulan menjalani masa tahanan, Nadiem memilih untuk melakukan introspeksi diri dan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik dan tokoh-tokoh politik.

Baca Juga:
Hunian Layak dari Prabowo Jadi Harapan Warga Bantaran Rel, Rezeki bagi Pekerja Proyek

“Terima kasih teman-teman media. Saya hari ini mau bercerita sedikit. Saya sudah 7 bulan di penjara dan walaupun alhamdulillah saya bersyukur bahwa semua tuduhan tidak terbukti," tuturnya dikutip keterangan pers Sabtu (18/4/2026).

Dalam pernyataannya, Nadiem menyoroti gaya kepemimpinannya yang mungkin dianggap terlalu mendobrak tanpa mempedulikan etika birokrasi yang ada.

Baca Juga:
Berkat Sekolah Rakyat, Remaja Ini Hidupkan Lagi Impian untuk Bekerja di Pertambangan

"Saya ingin mengakui ini, bahwa saya masuk mungkin tidak selalu menghormati budaya birokrasi. Saya bawa banyak sekali orang dari luar masuk ke dalam, para profesional muda yang mungkin menciptakan gesekan-gesekan," ujar Nadiem.

Ia juga mengakui bahwa sifatnya yang terlalu fokus pada profesionalisme kerja membuatnya luput dalam menjalankan fungsi politik dan sosial.

Baca Juga:
Jamaah Haji 2026 Berangkat Sesuai Jadwal, Kesiapan Layanan Sudah 100 Persen

"Saya mungkin kurang santun dalam cara penyampaian saya. Saya kurang menghormati dan kurang sowan kepada tokoh-tokoh, baik masyarakat maupun politik. Saya salah tidak memahami bahwa sebagian dari tugas saya adalah fungsi politik," katanya.

Nadiem menyadari bahwa selama masa jabatannya, 

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat dan Harga Minyak Anjlok Tajam usai Dibukanya Kembali Selat Hormuz

ada ucapan atau perilaku yang mungkin menyinggung berbagai pihak. Dengan nada rendah hati, ia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya.

"Untuk itu saya ingin sekali mohon maaf. Saya ingin mohon maaf sebesar-besarnya kalau ada ucapan-ucapan atau perilaku saya pada saat menjadi Menteri yang tidak berkenan," tuturnya.

Tujuh bulan terpisah dari keluarga dan anak-anak diakui Nadiem sebagai masa yang sangat berat. Namun, ia mengaku tetap optimis dan mendapatkan inspirasi dari tokoh-tokoh sejarah Indonesia yang pernah mengalami pengorbanan lebih besar darinya.

"Hal itu memberikan saya kekuatan, memberikan saya inspirasi, dan itulah alasan kenapa bahkan dalam situasi terpuruk seperti ini, saya masih optimis. Saya masih mencintai negara saya, saya percaya ujungnya keadilan itu masih menjadi azas dasar dari negara Indonesia yang saya cintai ini," kata dia.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dukungan Rumah Modular untuk Program Tiga Juta Rumah
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Kasum TNI: Musuh Adalah Hadiah Bagimu,  Dia Memberi Kesempatan Lakukan Hal Terbaik!
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Emas UBS, Antam, dan Galeri24 di Pegadaian Sabtu pagi serempak turun
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Napi Korupsi Terciduk Ngopi di Kafe, Waka Komisi XIII DPR Curiga Ada Suap ke Lapas
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Transportasi Online Dinilai Jadi Penyangga Ekonomi RI, Ciptakan 2,9 Juta Pekerja
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.