Selat Hormuz "sepenuhnya terbuka" selama "sisa masa gencatan senjata," kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Dalam sebuah pernyataan di X, ia mengatakan:
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur pelayaran bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa masa gencatan senjata, melalui rute terkoordinasi sebagaimana telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran."
Presiden AS Donald Trump kemudian mengunggah pernyataan di Truth Social:
"IRAN BARU SAJA MENGUMUMKAN BAHWA SELAT IRAN SEPENUHNYA TERBUKA DAN SIAP UNTUK LALU LINTAS PENUH. TERIMA KASIH!"
Dalam unggahan berikutnya, Trump menulis:
"NAMUN BLOKADE ANGKATAN LAUT AKAN TETAP DIBERLAKUKAN SEPENUHNYA DAN EFEKTIF TERHADAP IRAN SAJA, SAMPAI TRANSAKSI KAMI DENGAN IRAN SELESAI 100%."
"PROSES INI SEHARUSNYA BERJALAN SANGAT CEPAT KARENA SEBAGIAN BESAR POIN SUDAH DINEGOSIASIKAN. TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN ANDA TERHADAP MASALAH INI! PRESIDEN DONALD J. TRUMP."
Baca juga: Lebanon dan Israel gencatan senjata Apa yang diketahui tentang kesepakatan itu?
Pada Senin (13/04), militer Amerika Serikat mulai memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran guna membuka Selat Hormuz.
Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan bahwa blokade tersebut dilaksanakan atas perintah Presiden Donald Trump. Operasi ini bertujuan mencegah kapal-kapal berlayar menuju atau keluar dari pelabuhan Iran di kawasan Teluk Persia dan Laut Omandi sebelah timur Selat Hormuz.
Sementara itu, Iran telah memperingatkan bahwa tidak ada pelabuhan di kawasan tersebut yang akan aman apabila keamanan Iran terancam.
Berdasarkan pemberitahuan yang dikeluarkan CENTCOM kepada para pelaut dan dilaporkan oleh kantor berita Reuters, kapal yang masuk atau meninggalkan wilayah yang diblokade tanpa izin akan dicegat, dialihkan, hingga ditahan.
Meski demikian, kapal pengangkut makanan dan obat-obatan tetap diizinkan melintas, dengan catatan harus melalui proses pemeriksaan.
BBC
Citra satelit memperlihatkan, kapal induk USS Abraham Lincoln telah bersiaga di bagian timur Teluk Oman, sekitar 200km sebelah selatan perairan Iran, sejak Sabtu (11/04).
Selain menempatkan kapal induk, militer AS mengerahkan dua kapal perusak yang mengangkut rudal kendali.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam pemberlakuan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah para perunding dari kedua pihak gagal mencapai kesepakatan di Islamabad untuk mengakhiri perang.
"Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan mendapat jalur aman di laut lepas," tulis Trump di Truth Social.
Dia juga menyatakan bahwa AS akan terus membersihkan ranjau di Selat Hormuz guna menjamin keamanan pelayaran kapal-kapal sekutu.
Militer AS, tambahnya, berada dalam posisi "siap tempur" dan siap melanjutkan serangan terhadap Iran pada "waktu yang tepat".
Apa reaksi China atas langkah AS?Pemerintah China menyebut blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai tindakan "tidak bertanggung jawab dan berbahaya".
Kementerian Luar Negeri Beijing menilai langkah tersebut akan "melemahkan kesepakatan gencatan senjata yang sudah rapuh" sekaligus semakin mengancam keselamatan kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Sejauh ini, kapal-kapal China termasuk di antara sedikit yang berhasil melewati selat tersebut.
Belum jelas apakah China harus membayar biaya tertentu kepada Iran untuk bisa melintas.
- Kapal tanker Malaysia melintasi Selat Hormuz 'Iran tidak melupakan teman'
- Apa arti gencatan senjata bagi Iran dan apa yang mungkin terjadi setelahnya?
- Trump peringatkan Iran soal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz 'Itu bukan kesepakatan kita'
Blokade AS berpotensi memutus pasokan bagi China dan menimbulkan dampak luas terhadap perekonomiannya.
"China percaya bahwa hanya dengan mencapai gencatan senjata menyeluruh dan mengakhiri perang, kita dapat secara fundamental menciptakan kondisi untuk meredakan situasi di selat," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun.
Dia menambahkan, "China mendesak semua pihak untuk mematuhi pengaturan gencatan senjata, berfokus pada arah umum dialog dan perundingan damai, mengambil langkah nyata untuk mendorong peredaan ketegangan regional, serta memulihkan lalu lintas normal di selat sesegera mungkin."
Apa reaksi Iran?Pernyataan terbaru datang dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang mengatakan bahwa AS dan Iran sebenarnya "tinggal selangkah lagi" mencapai kesepakatan dalam perundingan damai di Pakistan.
Namun, menurutnya, Teheran kemudian justru dihadapkan pada sikap "maksimalis, perubahan tuntutan yang terus-menerus, serta ancaman blokade".
s national flag in front of a giant billboard " width="923" />Anadolu via Getty ImagesSeorang perempuan mengibarkan bendera nasional Iran di depan papan reklame raksasa bertuliskan 'Selat Hormuz tetap ditutup' di Lapangan Revolusi, Teheran. Minggu (12/04).
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran yang memimpin perundingan di Pakistan, menyindir keputusan AS tersebut.
Dalam unggahan di platform X, dia menulis:
"Nikmati angka harga di pompa saat ini. Dengan apa yang disebut 'blokade' itu, tak lama lagi kalian akan bernostalgia dengan harga bensin 45 dolar AS."
Dalam pernyataan sebelumnya yang dimuat media-media Iran, Ghalibaf juga menegaskan bahwa Iran tidak akan "menyerah di bawah ancaman".
Menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump sebelumnya untuk memblokade "setiap dan semua kapal" yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz, angkatan laut Iran menyatakan bahwa setiap kapal militer yang mendekati jalur perairan tersebut akan ditangani secara "keras".
Apa yang dikatakan Trump tentang blokade pelabuhan Iran?Dalam unggahan di Truth Social pada Minggu (12/04), Trump mengatakan bahwa AS akan mulai "MEMBLOKADE setiap dan semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz".
"Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut kami untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar pungutan kepada Iran. Tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas," kata Trump.
Ia menambahkan bahwa AS juga akan mulai menghancurkan ranjau yang menurutnya telah diletakkan Iran di selat tersebut.
"Setiap orang Iran yang menembaki kami, atau kapal-kapal damai, akan DILEDAKKAN KE NERAKA!" lanjutnya.
Baca juga:
- Iran dan AS gagal capai kesepakatan Lima hal yang menjadi ganjalan dalam negosiasi
- Kerusakan psikis anak-anak di Iran akibat perang 'Ketakutan tiada akhir'
- Lebih dari 100 pakar hukum internasional menilai ada pelanggaran serius dalam perang AS-Israel dengan Iran
Trump mengatakan bahwa "pada suatu titik" kesepakatan tentang jalur lintas bebas akan tercapai, tetapi "Iran tidak mengizinkan hal itu terjadi hanya dengan mengatakan, 'Mungkin ada ranjau di suatu tempat di luar sana,' yang tidak diketahui siapa pun selain mereka".
Ia menambahkan dalam unggahan lain bahwa "Iran berjanji membuka Selat Hormuz, dan mereka dengan sadar gagal melakukannya".
"Seperti yang mereka janjikan, mereka sebaiknya mulai proses MEMBUKA JALAN AIR INTERNASIONAL INI DAN CEPAT!" katanya.
ReutersFoto ilustrasi: Kapal-kapal tanker terlihat di sekitar Selat Hormuz.
Dalam sebuah unggahan di X, Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan pasukannya akan mulai menerapkan blokade pada Senin (13/04) pukul 10.00 EDT (21.00 WIB).
"Blokade akan ditegakkan secara tidak memihak terhadap kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman," katanya.
Centcom menambahkan bahwa pasukan AS tidak akan menghambat kebebasan kapal yang transit ke dan dari pelabuhan non-Iran, dan bahwa informasi tambahan akan diberikan kepada pelaut komersial melalui pemberitahuan resmi sebelum blokade dimulai.
Trump mengatakan bahwa negara-negara lain akan terlibat dalam pemblokadean selat tersebut, tetapi tidak menyebutkan negara mana.
- Iran dan AS gagal capai kesepakatan Lima hal yang menjadi ganjalan dalam negosiasi
- Kerusakan psikis anak-anak di Iran akibat perang 'Ketakutan tiada akhir'
- Lebih dari 100 pakar hukum internasional menilai ada pelanggaran serius dalam perang AS-Israel dengan Iran
(ita/ita)





