Jakarta, tvOnenews.com - Legenda sepak bola Brasil, Ronaldo Nazario, kembali mengenang salah satu momen paling ikonik dalam kariernya. Kali ini bukan soal gol atau trofi, melainkan gaya rambut unik yang ia tampilkan di Piala Dunia 2002.
Ronaldo secara terbuka membahas keputusan tersebut dengan nada santai. Ia bahkan tak ragu menertawakan dirinya sendiri atas pilihan yang hingga kini masih sering dibicarakan publik.
Penampilan Ronaldo di Piala Dunia 2002 memang sulit dilupakan. Ia menjadi sosok sentral yang membawa Timnas Brasil tampil dominan sepanjang turnamen.
Ketajamannya di lini depan menjadi ancaman serius bagi setiap lawan. Hal itu terbukti dari delapan gol yang berhasil ia lesakkan selama kompetisi berlangsung.
Eks penyerang Real Madrid tersebut pun keluar sebagai top skor. Pencapaian itu sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu striker terbaik di dunia saat itu.
Kesuksesan Ronaldo berbanding lurus dengan prestasi timnya. Brasil berhasil menutup turnamen dengan meraih gelar juara dunia untuk kelima kalinya.
Di partai final yang digelar di International Stadium Yokohama, Brasil menghadapi Jerman. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Tim Samba.
Ronaldo menjadi penentu kemenangan lewat dua gol yang ia ciptakan. Gol tersebut lahir pada menit ke-67 dan 79, memastikan trofi jatuh ke tangan Brasil.
Namun, bukan hanya performa di lapangan yang menyita perhatian. Penampilan fisiknya, khususnya gaya rambut, juga menjadi sorotan besar.
Ronaldo tampil dengan potongan rambut yang tidak lazim. Sebagian besar kepalanya dicukur habis, menyisakan rambut di bagian depan.
Di Indonesia, gaya tersebut dikenal dengan istilah “kuncung”. Model ini sempat populer dan ditiru banyak anak-anak pada masanya.
Seiring waktu, gaya rambut itu justru menjadi bagian dari identitas Ronaldo. Meski begitu, ia mengaku kini melihatnya sebagai keputusan yang kurang tepat.
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
"Saya rasa karena saya bodoh memilih potongan rambut itu!" ujar Ronaldo dengan nada bercanda dalam konferensi pers di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (17/4/2026).
"Saat masih muda, Anda sering melakukan hal-hal yang nantinya harus dijelaskan. Ya, memang itu sedikit untuk mengalihkan perhatian menjelang pertandingan. Tapi saya rasa itu tidak benar-benar mengalihkan perhatian siapa pun. Itu hanya hal bodoh yang saya lakukan sebagai pemain muda, jadi bukan sesuatu yang besar," tambahnya.




