LPEI Disuntik Modal Rp51 Miliar, Produsen Biskuit Gresik Tembus Ekspor ke 55 Negara

viva.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

Gresik, VIVA – Produsen biskuit dan wafer, PT Mega Global Food Industry atau Kokola Group, berhasil menembus pasar ekspor hingga 55 negara. Capaian ini berkat dukungan dari pemerintah terhadap kemudahan akses hingga pembiayaan yang jadi fondasi tumbuhnya bisni.

Kokola Grup yang berlokasi di Gresik merupajan salah satu debitur program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Trade Finance dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank). Upaya ini dilakukan guna mendukung ekspor nasional agar memiliki daya saing global yang pada akhirnya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Baca Juga :
Perusahaan Manufaktur di Nganjuk Olah Sampah Kain Jadi Produk Tekstil, Ekspor ke 32 Negara
Ekspor Mobil Indonesia Naik Dua Digit

Direktur PT Mega Global Food Industry, Richard Cahyadi menyampaikan, akumulasi pembiayaan yang diterima lebih dari US$3 juta atau sekitar Rp 51,42 miliar (estimasi kurs Rp 17.140 per dolar AS) dalam bentuk plafon. Suntikan modal ini diterima tidak sekaligus, melainkan dalam kurun waktu empat tahun yang digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional perusahaan.

“Tergantung momennya. Jadi kita jual, collect, jual, collect,” ujar Rirchard saat kegiatan kunjungan kerja Kementerian Keuangan bersama awak media pada Jumat, 17 April 2026 di Gresik. 

Direktur PT Mega Global Food Industry (Kokola Grup) Richard Cahyadi
Photo :
  • VIVA/Ayesha Puri

Richard menambahkan, produk Kokola Grup telah menjangkau pasar utama di Asia meliputi Australia, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Yaman serta bekerja sama dengan lebih dari 100 mitra supermarket dunia. Richard menegaskan, kualitas menjadi kunci utama untuk menembus pasar internasional, khususnya negara dengan standar tinggi seperti Jepang.

"Saat ini kami telah berhasil menembus pasar ekspor ke 55 negara,” kata Richard. 

Selama periode 2024-2025, perusahaan berhasil membukukan nilai ekspor dari 55 negara mencapai US$33,57 juta. Nilai eskpor di tahun 2025 naik menjadi US$19,96 juta dari tahun sebelumnya sebesar US$13,71 juta.

Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI, Sulaeman, menegaskan PKE Trade Finance ini merupakan mandat pemerintah untuk mendorong industri strategis nasional dan UKM agar mampu bersaing di pasar global. Program ini juga diharapkan dapat menciptkan efek pertumbuhan (development impact), baik bagi perusahaan, pemerintah daerah maupun devisa negara. 

“LPEI mendukung proses transaksi ekspor melalui fasilitas pembiayaan pre dan post shipment sehingga eksportir dapat menjaga arus kas perusahaan serta memperoleh modal kerja untuk produksi barang,” ucap Sulaeman.

Baca Juga :
LPDB Koperasi dan MUI Dorong Ekonomi Lokal Lewat Penguatan Koperasi Produktif di Seram Bagian Timur
Pembiayaan KDMP dari APBN, Airlangga Janji Bakal 'Pelototi' Pengelolaannya
Diversifikasi Pasar Ekspor Baja RI, Agus Gumiwang Bidik Timur Tengah & Negara Berkembang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rencana Holding BUMD Jabar Bergulir di Meja Kemendagri
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Harga Minyak Mentah Turun Drastis Usai Selat Hormuz Dibuka
• 43 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Mandatori Biodiesel B50 Jalan 1 Juli 2026, RI Bakal Surplus BBM Solar
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
JUMBO Masih Jadi Favorit, Ini Cara Visinema Jaga Karakternya Tetap Hidup
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Meta Berencana PHK 8.000 Karyawan Akibat Masifnya Penggunaan AI
• 8 menit laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.