Jakarta (ANTARA) - Pare atau dikenal dengan nama lain Karela sebagai sayuran yang memiliki rasa pahit kerap tidak disukai bagi sebagian orang, padahal terdapat sumber nutrisi yang kaya dan menawarkan berbagai manfaat kesehatan.
Menurut laporan Hindustan Times, Jumat (17/4) waktu setempat, ahli gastroenterologi dan hepatologi di Fortis Hospital, Vasant Kunj, Delhi, Dr. Shubham Vatsya mengatakan pare mengandung banyak mikronutrien penting.
Bahkan karena rasanya pahit, pare sering dikaitkan sebagai makanan yang baik untuk penderita diabetes.
“Sayuran ini sangat bermanfaat bagi kesehatan metabolik. Pare mengandung senyawa seperti charantin dan polipeptida-p yang mengatur kadar glukosa darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengontrol lonjakan gula,” tutur Vatsya.
Baca juga: 10 khasiat buah pare untuk kesehatan yang jarang diketahui
Manfaat pare tidak hanya terbatas bagi penderita diabetes, karena juga terdapat kandungan mikronutriennya memberikan keuntungan bagi orang sehat.
Vatsya mengatakan Pare juga memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat, sehingga membantu mengurangi peradangan kronis dan stres oksidatif.
“Pare kaya akan vitamin C, serat, dan mikronutrien yang mendukung pergerakan usus, fungsi hati, serta pencernaan. Konsumsi rutin juga dapat membantu memperbaiki profil lipid dan kadar kolesterol,” kata dia.
Meskipun memiliki banyak manfaat, konsumsi pare tidak boleh berlebihan atau terus-menerus seperti dalam bentuk jus.
Dr. Vatsya menambahkan penting untuk diingat bahwa konsumsi jus pare secara berlebihan atau tanpa kontrol tidak baik bagi kesehatan.
“Cara terbaik adalah menjadikannya bagian dari pola makan seimbang; dimasak ringan atau dikonsumsi sebagai jus dalam porsi terkontrol,” imbuh dia.
Baca juga: Deretan manfaat jus pare untuk kesehatan dan kecantikan
Baca juga: Cara mengolah pare agar tidak pahit ala Okinawa
Baca juga: Cegah kanker pankreas dengan ekstrak pare
Menurut laporan Hindustan Times, Jumat (17/4) waktu setempat, ahli gastroenterologi dan hepatologi di Fortis Hospital, Vasant Kunj, Delhi, Dr. Shubham Vatsya mengatakan pare mengandung banyak mikronutrien penting.
Bahkan karena rasanya pahit, pare sering dikaitkan sebagai makanan yang baik untuk penderita diabetes.
“Sayuran ini sangat bermanfaat bagi kesehatan metabolik. Pare mengandung senyawa seperti charantin dan polipeptida-p yang mengatur kadar glukosa darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengontrol lonjakan gula,” tutur Vatsya.
Baca juga: 10 khasiat buah pare untuk kesehatan yang jarang diketahui
Manfaat pare tidak hanya terbatas bagi penderita diabetes, karena juga terdapat kandungan mikronutriennya memberikan keuntungan bagi orang sehat.
Vatsya mengatakan Pare juga memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat, sehingga membantu mengurangi peradangan kronis dan stres oksidatif.
“Pare kaya akan vitamin C, serat, dan mikronutrien yang mendukung pergerakan usus, fungsi hati, serta pencernaan. Konsumsi rutin juga dapat membantu memperbaiki profil lipid dan kadar kolesterol,” kata dia.
Meskipun memiliki banyak manfaat, konsumsi pare tidak boleh berlebihan atau terus-menerus seperti dalam bentuk jus.
Dr. Vatsya menambahkan penting untuk diingat bahwa konsumsi jus pare secara berlebihan atau tanpa kontrol tidak baik bagi kesehatan.
“Cara terbaik adalah menjadikannya bagian dari pola makan seimbang; dimasak ringan atau dikonsumsi sebagai jus dalam porsi terkontrol,” imbuh dia.
Baca juga: Deretan manfaat jus pare untuk kesehatan dan kecantikan
Baca juga: Cara mengolah pare agar tidak pahit ala Okinawa
Baca juga: Cegah kanker pankreas dengan ekstrak pare





