Bernardo Tavares Pelatih Persebaya menyoroti kepemimpinan wasit usai timnya kalah 1-2 dari Madura United dalam laga lanjutan Super League pekan ke-28 di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4/2026) malam.
Tavares menyebut pelanggaran di dalam kotak terlarang harusnya jelas menjadi penalti. Namun meski begitu, ia menegaskan bahwa keputusan wasit bukan alasan utama kekalahan timnya pada pertandingan tersebut.
“Terutama terkait pelanggaran di area penalti lawan yang tidak diberikan serta proses terjadinya gol kedua Madura United,” kata Tavares.
Tavares menilai, Persebaya sebenarnya tampil cukup baik dan menciptakan banyak peluang sepanjang laga. Namun, sejumlah kesempatan gagal berbuah gol karena penyelesaian akhir yang kurang akurat serta beberapa tembakan yang terblok.
Sebaliknya, Madura United menurutnya tampil sangat efektif. Dari sedikit peluang yang dimiliki, tim tamu mampu mencetak dua gol ke gawang Persebaya.
“Kami menciptakan banyak kesempatan, namun kurang akurat dalam penyelesaian akhir,” ujarnya.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Bernardo tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang dinilai sudah memberikan segalanya di lapangan.
Ia juga meminta maaf kepada Bonek dan Bonita karena gagal mempersembahkan kemenangan di kandang sendiri, meski dukungan suporter dinilai luar biasa sepanjang pertandingan.
“Saya meminta maaf kepada Bonek dan Bonita. Kami tahu mereka menginginkan tiga poin, dan kami juga menginginkannya,” pungkasnya.(ris/iss)




