BNN dan RMI NU DKI Jakarta Soroti Bahaya Vape di Lingkungan Pesantren

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) NU DKI Jakarta menyoroti bahaya vape di kalangan santri. Menurut BNN, zat yang terkandung dalam vape tidak jelas dan berbahaya.

BNN dan RMI NU DKI menggelar seminar "Vape dalam Bahaya" yang menyoroti dampak serius penggunaan rokok elektronik di kalangan santri pada Jumat (17/4). Kegiatan ini berlangsung di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, dengan tema Sosialisasi Bahaya Penggunaan Vape untuk Pesantren.

Dalam keterangannya, acara ini menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Ketua RMI NU DKI Jakarta KH Rahmad Zaelani Kiki sebagai tuan rumah, Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN) Gus Rofi yang juga bertindak sebagai host, serta Irjen Agus Irianto yang mewakili Kepala BNN Suyudi Ario Seto.

KH Rahmad Zaelani Kiki menegaskan pentingnya peran pesantren sebagai benteng moral dan kesehatan umat. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya vape harus terus digencarkan agar para santri memiliki kesadaran sejak dini untuk menjauhi hal-hal yang merusak diri.

Baca juga: Kemenkes Bakal Terapkan Aturan Setarakan Vape dengan Rokok Mulai Juli

Sementara itu, Irjen Agus Irianto mengungkapkan berbagai temuan BNN terkait vape. Ia menjelaskan bahwa secara fisik, bentuk vape kerap menyerupai alat konsumsi narkotika sehingga berpotensi disalahgunakan.

Selain itu, dalam sejumlah kasus ditemukan indikasi kandungan berbahaya, seperti logam berat hingga kemungkinan zat narkotika seperti ganja cair yang dicampurkan melalui laboratorium ilegal.

"Zat yang masuk ke dalam tubuh melalui vape tidak sepenuhnya diketahui. Kandungan logam dan bahan kimia dapat merusak sel tubuh, memengaruhi jantung, serta mengganggu suplai oksigen yang seharusnya berfungsi untuk regenerasi sel," ujar Irjen Agus Irianto dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

Dalam seminar itu, seorang bapak lansia maju secara sukarela memberikan kesaksian. Ia menceritakan kehilangan anak dan keponakannya yang meninggal dunia setelah menggunakan vape selama kurang lebih satu tahun.

Baca juga: Bareskrim Gerebek Pabrik Vape Etomidate di Jaktim, Ojol Ditipu Jadi Kurir

Keduanya mengalami gangguan paru-paru serius dan dalam waktu dua minggu nyawa mereka tidak tertolong.

Kesaksian tersebut menggugah perhatian seluruh peserta. Menanggapi hal itu, Irjen Agus Irianto menyatakan bahwa kisah nyata seperti ini sangat penting untuk disampaikan kepada publik secara luas.

"Pada 26 Juni mendatang, bertepatan dengan Hari Anti Narkotika Internasional, kami akan mengundang bapak ini secara khusus untuk memberikan testimoni," ungkapnya.




(aik/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Naikkan Harga BBM Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex per 18 April 2026
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kabar Baru IPO 2026: AEP Plantations Bawa Anak Usaha Listing di BEI Kuartal II
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prabowo Beri Arahan Tertutup dalam Retreat DPRD di Lembah Tidar
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Berkat Sekolah Rakyat, Remaja Ini Hidupkan Lagi Impian untuk Bekerja di Pertambangan
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
PDIP Soroti Fenomena Kritik Dibalas Laporan ke Polisi
• 5 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.