Kisah Guru Sekolah Rakyat di Probolinggo Mengajar di Tengah Keberagaman Siswa

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat memiliki tantangan tersendiri bagi para pengajarnya. Salah satunya seperti yang dirasakan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Probolinggo, Jawa Timur, di mana perbedaan kemampuan dasar siswa menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan belajar.

Kepala SRT 7 Probolinggo, Susilowati, mengungkapkan bahwa pada awal pembukaan sekolah, terdapat sejumlah siswa dengan kondisi kemampuan dasar yang masih terbatas.

“Pertama kali masuk ada beberapa anak istimewa kami. Masuk SMP kelas satu tidak bisa baca tulis. Ada juga yang masuk SMA dengan usia 21 tahun masih sulit menangkap instruksi,” ujar Susilowati di Probolinggo, Kamis (16/4).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas. Untuk mengatasi hal itu, pihak sekolah bekerja sama dengan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) guna memberikan pendampingan khusus.

“Alhamdulillah dalam perjalanannya sekarang sudah bisa membaca, bisa menulis untuk yang SMP. Begitu juga yang SMA sudah mulai bisa menangkap perintah dan berbaur dengan teman lainnya,” lanjutnya.

Tantangan bagi tenaga pengajar salah satunya dirasakan langsung oleh Damar Imro'atul Azzahrah, yang akrab disapa Bu Dias. Ia adalah guru Kimia di tingkat SMA.

Sebelum mengajar di SRT 7 Probolinggo, Dias adalah seorang guru honorer di salah satu SMA Negeri di Yogyakarta. Hal itu membuatnya perlu beradaptasi dengan kondisi sekolah saat ini.

“Saya sebelumnya mengajar di kota. Sekarang di sini lebih ke pinggiran, jadi karakteristik anaknya berbeda-beda. Saya juga harus beradaptasi,” ujarnya.

Dias menilai, perbedaan tingkat literasi dan pemahaman dalam satu kelas di SRT 7 membuat proses belajar tidak bisa dilakukan secara seragam.

“Kalau di sini sebenarnya lumayan menantang, karena kemampuan anak-anak berbeda-beda. Ada yang sudah sampai tahap menghitung, tapi ada juga yang masih di tahap memahami dasar,” kata Dias.

Ia mengaku harus menyesuaikan cara mengajar agar seluruh siswa tetap bisa mengikuti pelajaran sesuai kemampuan masing-masing.

“Kalau yang lain sudah sampai tahap menghitung, yang inklusi saya kasih sebatas pengertian dan contoh-contohnya,” ujarnya.

Menurut Dias, kondisi ini membuat dirinya harus membagi fokus untuk memastikan siswa dengan kemampuan dasar terbatas tetap memahami materi.

"Jadi tidak bisa untuk saya ngajar ini, saya ngajar ke teman yang lain tuh nggak bisa,”

Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran guru pendamping khusus dalam proses belajar mengajar, terutama bagi siswa berkebutuhan khusus.

“Menurut saya harus ada guru pendamping, karena anak inklusi itu memang harus didampingi secara face to face. Jadi tidak bisa sambil saya mengajar ke yang lain,” katanya.

Selain tantangan di dalam kelas, keterbatasan sarana praktik juga turut menjadi kendala. Sebagai guru kimia, Dias menyebut belum tersedianya laboratorium membuat kegiatan praktikum harus disiasati dengan bahan sederhana.

“Kalau sarana prasarana seperti lab itu belum ada. Jadi praktikumnya masih pakai bahan-bahan sederhana, seperti cuka dapur, yang aman tapi tetap bisa dipahami anak-anak,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai fasilitas pendukung lain seperti smartboard, laptop, dan buku sudah cukup membantu proses pembelajaran. Kemudahan itu bagi Dias, dinilai membuka akses literasi yang lebih luas bagi siswa.

“Dengan laptop, anak-anak bisa browsing, jadi bahan literasi tidak hanya dari buku. Mereka bisa mencari dari sumber lain, walaupun memang baru beberapa yang sampai ke situ,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kagetnya Pansel dan DPR Kecolongan Loloskan Hery Susanto yang Korupsi Jadi Ketua Ombudsman
• 10 jam lalukompas.com
thumb
LPSK Ungkap Kekhawatiran Korban Kasus Pelecehan di UI, Ada Ancaman?
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
ATM Beras Mapan Jadi Andalan, Warga Kota Kediri Akui Sangat Membantu Ekonomi
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Trump Sebut Iran Sudah Buka Sepenuhnya Selat Hormuz
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dua Kapal Terkena Tembakan di Selat Hormuz yang Kembali Ditutup Iran
• 25 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.