KEDIRI (Realita) - Kunjungan komunitas motor gede Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) ke FEDE Padel Club, Sabtu (18/4/2026), menjadi momentum penguatan posisi olahraga padel sebagai bagian dari pengembangan sport-tourism di Kota Kediri.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin HDCI Surabaya di bawah naungan HDCI Jawa Timur. Selain sebagai family gathering, kegiatan riding ini juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antar pengurus cabang (pengcap) di seluruh Jawa Timur.
Baca juga: WFH-WFO Dimulai, Pemkot Kediri Gaspol Budaya Kerja Sehat dan Hemat Energi
Wakil Ketua Umum HDCI, Tomy Wahyudi, menjelaskan bahwa kegiatan touring seperti ini rutin digelar 4 hingga 5 kali dalam setahun dengan mengunjungi berbagai daerah.
“Selain riding, ini juga bagian dari silaturahmi dengan pengcap di Jawa Timur. Hari ini dari Surabaya ada sekitar 65 rider,” ujarnya.
Rombongan HDCI memilih FEDE sebagai titik singgah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tulungagung melalui Jalur Lintas Selatan (JLS). Lokasi tersebut dinilai representatif karena memiliki area yang luas serta fasilitas parkir yang memadai untuk menampung motor berkapasitas besar.
“Tempatnya cukup luas dan nyaman untuk beristirahat. Setelah ini kami akan bergabung dengan rekan-rekan HDCI Kediri dan melanjutkan perjalanan ke Tulungagung,” imbuhnya.
Ia menambahkan, touring ini juga sekaligus menjadi ajang mengajak anggota HDCI di berbagai daerah untuk berpartisipasi dalam peringatan hari ulang tahun ke-36 HDCI. Dalam rangkaian perayaan tersebut, akan digelar turnamen padel di Surabaya yang terbuka untuk kelas internal HDCI maupun umum.
Baca juga: Kasus Diabetes Naik, Dinkes Kota Kediri Ajak Warga Cegah Komplikasi Lewat Senam Kaki
Sementara itu, Owner FEDE Padel Club, Sam Sonata Hermawan, menilai kunjungan HDCI menjadi sinyal positif terhadap perkembangan olahraga padel di Kediri yang kian diminati masyarakat.
Menurutnya, padel memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata olahraga di Kota Kediri, sejalan dengan konsep sport-tourism yang tengah didorong pemerintah daerah.
“Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Tingkat okupansi lapangan saat ini mencapai 70 hingga 80 persen, dan sekitar 30 persen di antaranya adalah pemain baru yang baru pertama kali mencoba,” jelasnya.
Ia juga menyebut, tren tersebut didukung dengan kemudahan akses dan biaya yang relatif terjangkau. Dengan tarif sewa lapangan sekitar Rp125 ribu per jam, biaya per orang bisa ditekan menjadi sekitar Rp25 ribu jika dimainkan secara berkelompok.
Baca juga: Tanpa Pungli dan Titipan, SPMB Kota Kediri 2026 Jamin Semua Anak Bisa Sekolah
Ke depan, FEDE juga akan menjadi pusat pengembangan padel di Kediri melalui pembentukan akademi usia dini hingga remaja. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi ajang olahraga seperti Porprov hingga PON 2028.
Dalam waktu dekat, FEDE akan menggelar grand opening sekaligus turnamen padel pada 1 Mei mendatang. Kegiatan ini ditargetkan diikuti puluhan hingga ratusan tim dari berbagai daerah.
Dengan meningkatnya minat masyarakat dan mulai diliriknya fasilitas padel oleh komunitas nasional seperti HDCI, Kediri dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu destinasi sport-tourism baru di Jawa Timur.nia
Editor : Redaksi





