JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai terasa di kantong pengguna.
Sejumlah pengendara harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar harian, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan secara rutin.
Yusuf (33), salah satu pengguna Pertamax Turbo, menyebut biasanya pengeluaran bulanannya untuk BBM sudah berada di kisaran Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pengguna Pertamax Turbo: Waduh, Saya Ngelus Dada
"Sekarang pengeluaran (BBM) sekitar Rp 1,8–2 jutaan (per bulan) sekitar segitu lah ya. Kalau (harga BBM) naik Rp 20.000, bisa lebih-lebih dari itu kan hitungannya," kata Yusuf ditemui di Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Ia mengaku terkejut dengan lonjakan harga BBM nonsubsidi yang cukup tinggi.
“Tapi di sisi lain, saya sudah pakai Turbo dari awal, jadi ya siap enggak siap juga dengan risiko naik-turun harga," kata Yusuf.
Meski demikian, Yusuf masih memilih bertahan menggunakan Pertamax Turbo.
Ia menilai, efisiensi bahan bakar dan performa mesin menjadi alasan utama untuk tidak beralih ke jenis BBM lain.
Secara perhitungan, penggunaan Pertamax Turbo dinilai masih lebih hemat dalam jangka panjang dibandingkan jenis BBM lain.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pengguna Pertamax Turbo Enggan Beralih
“Dulu juga mikirnya cuma beda tipis sama Pertamax, jadi sekalian saja ambil yang lebih bagus," ujar dia.
Hal serupa dirasakan Ihsan (28), yang juga mengaku kaget saat mengetahui kenaikan harga tersebut.
Ia bahkan sempat menyesal tidak mengisi bahan bakar sebelum harga resmi naik.
“Asli, pas tahu harganya naik langsung kepikiran. Harusnya semalam isi full ya karena naiknya lumayan banget. Jadi cukup kaget juga," kata dia.
Menurut dia, kenaikan harga ini juga berdampak langsung pada pengeluaran bulanan yang meningkat cukup signifikan.