Pantau - Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong percepatan transisi energi melalui kolaborasi lintas sektor dalam Seminar Nasional Energi Terbarukan di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (18/4).
Kolaborasi Jadi Kunci Transisi EnergiAnggota DEN Muhammad Kholid Syeirazi menegaskan transisi energi bersih membutuhkan keterlibatan pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat secara bersama.
"Transisi energi membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat. Masa depan energi Indonesia dibangun secara bersama-sama," ungkapnya.
Ia menyebut ketahanan energi nasional saat ini berada pada indeks 7,13 atau kategori “tahan” dan ditargetkan meningkat menjadi “sangat tahan” pada periode 2028–2029.
"Kami optimistis target tersebut dapat dicapai melalui penguatan kebijakan yang terkoordinasi," tuturnya.
Strategi Percepat Energi BersihKholid menjelaskan sejumlah langkah strategis yang disiapkan untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Langkah tersebut meliputi pembentukan Cadangan Penyangga Energi, pengurangan impor BBM melalui peningkatan biofuel, serta substitusi LPG.
Selain itu, pemerintah juga mendorong reformasi subsidi energi agar lebih tepat sasaran dan mempercepat elektrifikasi kendaraan bermotor.
Upaya diversifikasi energi di sektor rumah tangga juga dilakukan sebagai bagian dari strategi transisi menuju energi bersih nasional.




