jpnn.com, BANDUNG - Banjir yang menerjang wilayah Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, sejak Jumat (10/4/2026) masih juga belum surut hingga berita ini tayang.
Pantauan di lokasi, pada Sabtu (18/4), di wilayah RT 05, debit air masih setinggi lutut orang dewasa.
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Ungkap Biang Kerok Kabupaten Bandung Langganan Banjir
Ratusan Kepala Keluarga (KK) pun terdampak, dan aktivitasnya terganggu.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, total ada 362 rumah di RW 03 yang terdampak dengan rincian di RT 03 ada 78 rumah, RT 04 tercatat 70 rumah, dan di RT 05 sebanyak 125 rumah yang terendam banjir tersebut.
BACA JUGA: Sambut Era CoreTax, Akuntara Hadir untuk Berdayakan Lulusan SMK
Sebagian masyarakat juga memanfaatkan bantuan perahu karena dari BPBD untuk akses lansia dan warga yang tengah dalam kondisi sakit.
"Banjir terjadi sudah 10 hari dari awal sampai sekarang itu pas awal ketinggian debit air sampai pusar orang dewasa sekarang samapi lutut orang dewasa," kata Ketua RT 02, Rijal Rudiatna.
BACA JUGA: Dewa United vs Persib Bandung: Reuni Belanda di Banten
Masyarakat di lokasi pun bahu membahu untuk mengeluarkan air dengan peralatan pompa agar air bisa surut dan aktivitas warga kembali berjalan normal.
Rijal mengatakan, masyarakat saat ini membutuhkan banyak logistik, karena bantuan masih belum cukup untuk masyarakat terdampak.
"Masyarakat dan jajaran ke RW-an menyedot menggunakan pompa air keluar hingga banjir bisa surut. Mudah-mudahan ada perhatian lebih dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah," ucapnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, kata Rijal, memang sudah memberikan bantuan. Namun dengan kondisi saat ini dirasakannya masih kurang. Apalagi, sebagian masyarakat sudah ada yang merasakan dampak gatal-gatal.
"Pemerintah ada bantuan, hampir 600 KK lebih udah mulai gatal-gatal terdampak ada bantuan logistik, Alhamdulillah. Cuma ini masyarakat terganggu pekerjaan ada buruh bangunan dan lainnya terganggu," tuturnya.
Sejak awal banjir terjadi di wilayah Rancabolang, katanya, sebagian warga ada yang mau mengungsi. Namun, mereka memilih bertahan tinggal di rumah, meski kondisinya masih banjir.
"Waktu itu ada mau mengungsi tapi enggak mau akhirnya dapat bantuan perahu dari BPBD semoga banjir ini tidak terjadi lagi di daerah kita," ucapnya.
Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala membenarkan, banjir di wilayah Rancabolang ini masih belum surut.
Pemerintah saat ini tengah mengkaji penyebab pasti dari banjir di wilayah dekat dengan Stasiun KCIC Tegalluar itu.
"Saat ini Pemerintah Kota Bandung mengkaji terhadap kejadian banjir yang berulang. Petugas sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan RT/RW dan kelurahan setempat," ujar Amires.
Amires menghimbau kepada warga sekitar agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan pada potensi bahaya dan juga potensi meningkatnya ketinggian air yang nantinya bisa masuk ke dalam rumah.
"Menindaklanjuti kejadian tersebut, telah dilaksanakan kegiatan pendirian dapur umum berdasarkan permintaan dari pihak kewilayahan. Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak banjir," ucapnya. (mcr27/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jaga Tren Positif Sepanjang 2025, SIG Catatkan Volume Penjualan 37,93 juta Ton
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina




