JAKARTA, KOMPAS.TV - Pejabat Sementara Corporate Secretary Pertamina International Shipping (PIS) Vega Pita menyebut pihaknya telah menyiapkan rencana pelayaran (passage plan) untuk dua kapal tanker yang tertahan di Selat Hormuz.
Rencana pelayaran disiapkan setelah blokade selat tersebut dibuka oleh Iran pada Jumat (17/4/2026), menyusul adanya kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.
Vega Pita mengatakan pihaknya mempersiapkan agar dua kapal tanker yang bertahan bisa segera kembali berlayar. Menurutnya, Pertamina pun memantau secara intensif perkembangan situasi di Selat Hormuz.
"Kami siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz,” kata Vega Pita di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga: Trump Klaim Xi Jinping Bahagia Selat Hormuz Dibuka, Yakin Pertemuan Mereka Akan Spesial
Vega menyebut persiapan pelayaran meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta rencana kontinjensi.
Ia pun mengungkapkan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait antara lain perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, serta otoritas setempat untuk memastikan seluruh prosedur perizinan.
Selain itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI. Vega menyebut Kemlu membantu komunikasi dengan otoritas terkait secara intensif.
"Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya," ujar Vega dikutip Antara.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iman Abbas Araghchi mengatakan Iran akan membuka Selat Hormuz selama periode gencatan senjata di Lebanon. Hal tersebut disampaikan Araghchi usai gencatan senjata di Lebanon berlaku pada Jumat (17/4).
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- selat hormuz
- kapal pertamina
- pertamina international shipping
- blokade selat hormuz
- selat hormuz dibuka
- kapal tanker pertamina





