Jakarta (ANTARA) - Forum Lintas Ormas (FLO) Provinsi DKI Jakarta berpendapat capaian Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara (ASEAN) tidak lepas dari kolaborasi antara aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan (ormas) dan pemerintah daerah yang selama ini terlibat dalam menjaga stabilitas wilayah.
Ketua Umum FLO Provinsi DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengatakan kondisi Jakarta yang relatif kondusif merupakan hasil kerja bersama antara masyarakat (ormas) dan aparat.
"Alhamdulillah selama ini setelah kami koordinasi dengan Polda, dengan TNI dan DKI Jakarta juga situasinya masih lebih aman kan. Dan sekarang Jakarta jadi nomor dua kota teraman di Asia Tenggara,” kata Juaini menanggapi laporan Global Residence Index Tahun 2026 yang menyatakan Jakarta kota teraman kedua di Asia Tenggara, di sela kegiatan Hallalbihalal FLO di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, banyak pihak yang berperan dalam prestasi gemilang ini, salah satunya keterlibatan aktif ormas dalam menjaga ketertiban di tingkat akar rumput.
“Ya tentu itu semua hasil kerja sama kita (masyarakat) dengan aparat Polri, TNI dan juga semua ormas yang ada di Jakarta,” imbuhnya.
Dalam konteks tersebut, FLO memposisikan diri menjadi bagian dari ekosistem sosial yang berkontribusi menjaga stabilitas ibu kota.
Dia menilai selama ini ormas tidak hanya menjadi representasi masyarakat, tetapi juga mitra strategis dalam mendukung keamanan wilayah.
“Ya tentunya sebagai kepanjangan tangan dari masyarakat, banyak usulan dan harapan daripada masyarakat yang ingin disampaikan ke pimpinan kita, baik di Polda maupun di DKI,” kata Juaini.
Di sisi lain, FLO juga menjalankan fungsi koordinatif dengan aparat. Organisasi ini, kerap menerima instruksi untuk bersinergi dalam berbagai kegiatan pengamanan.
“Kami menerima instruksi dan perintah bersinergi dengan Polda, dengan TNI, dan dengan jajaran Pemprov DKI yang memang selama ini sudah kami laksanakan, yaitu sama-sama bersinergi untuk menjaga situasi Jakarta supaya aman dan kondusif,” ucapnya.
Selain itu, FLO yang memiliki kapasitas mobilisasi massa yang cukup besar kerap dimanfaatkan dalam kegiatan yang melibatkan aparat keamanan.
"Kalau dilepas semuanya, seperti yang kadang-kadang Kapolda Metro minta, kami apel siaga di Polda, itu bisa sampai 5.000 anggota," ujarnya.
Dia menegaskan, kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga ketertiban. "Karena memang ya semuanya siap gitu ketika dipanggil dan itu sudah komitmen kami semuanya," kata dia.
Peran FLO tidak hanya berhenti pada aspek keamanan, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Organisasi ini menampung aspirasi warga sekaligus menyampaikan kebijakan kepada anggota di tingkat bawah.
Untuk memastikan peran tersebut berjalan optimal, FLO juga melakukan pembinaan internal terhadap ormas yang tergabung, salah satunya melalui verifikasi legalitas organisasi.
'Ya memang dengan adanya FLO ini kami menjaring juga dan kami selalu mengecek keabsahan daripada ormas-ormas yang ada di FLO itu. Itu memang salah satu program kami juga," kata Juaini.
Tak hanya itu, FLO juga membantu ormas yang belum memiliki kelengkapan administrasi agar dapat memenuhi persyaratan formal.
“Kalau memang yang belum ada keabsahannya, nanti insya Allah kami dukung, kami jembatani ke Kesbangpol maupun ke pihak terkait yang ada hubungannya dengan masalah administrasi keormasan," jelasnya.
Selain itu, FLO juga menerapkan pendekatan inklusif dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi ormas untuk bergabung. Hingga saat ini, sekitar 150 ormas telah terdaftar dalam forum tersebut.
Menurut Juaini, pendekatan tersebut penting untuk meminimalkan potensi konflik sekaligus memperkuat koordinasi antarorganisasi.
"Jadi, ketika ada mereka seandainya yang kurang bagus di ormasnya, kami kasih tahu pimpinannya bahwa ini enggak sesuai dengan misi-misi yang kita tekankan di FLO DKI," ujarnya.
Dalam kegiatan halalbihalal itu, ratusan perwakilan ormas dari berbagai wilayah di Jakarta menghadiri acara tahunan yang menjadi ruang silaturahmi dan penguatan koordinasi antarormas tersebut.
“Pada hari ini yang hadir, alhamdulillah sekitar 300-400 anggota ormas. Itu mewakili dari sekitar 50 ormas yang ada di FLO," katanya.
Ketua Umum Forum Lintas Ormas (FLO) Provinsi DKI Jakarta Juaini Yusuf saat foto bersama dengan perwakilan ormas di sela-sela Halalbihalal FLO DKI di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). ANTARA/Syaiful Hakim
Sementara itu, Dewan Pembina FLO DKI Jakarta, Fahira Idris menegaskan pentingnya fungsi ormas ini sebagai jembatan aspirasi publik di tengah dinamika sosial perkotaan.
Sejak awal pembentukannya, kata dia, FLO dirancang bukan sekadar wadah berkumpulnya ormas, tetapi juga ruang bersama untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan.
"Pertama, FLO adalah rumah besar kebersamaan lintas ormas di DKI Jakarta, kedua FLO adalah sebagai jembatan aspirasi masyarakat, dan ketiga, FLO adalah mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keamanan sosial di Jakarta,” kata Fahira.
Dia menilai, keberadaan FLO selama ini telah menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai kegiatan, mulai dari aksi sosial hingga kolaborasi lintas lembaga.
“Saya selalu salut dengan FLO ini karena telah melakukan banyak kegiatan, mulai dari kegiatan sosial, deklarasi kebangsaan, hingga kolaborasi dengan beberapa institusi,” ucap Anggota DPD RI ini.
Dalam kesempatan itu, dia berpendapat momentum halalbihalal tidak hanya dimaknai sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang memperkuat kepercayaan antarormas serta mempererat persatuan di tengah keberagaman.
"Ini adalah momentum untuk membersihkan hati dan membuat kepercayaan antaromas, sekaligus menghapus sekat-sekat perbedaan dan memperkuat persatuan," kata dia.
Baca juga: Jakarta jadi kota teraman, Legislator: Perlu terus ditingkatkan
Baca juga: Jakarta kota teraman kedua se-ASEAN, Polda sebut ada peran dari warga
Ketua Umum FLO Provinsi DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengatakan kondisi Jakarta yang relatif kondusif merupakan hasil kerja bersama antara masyarakat (ormas) dan aparat.
"Alhamdulillah selama ini setelah kami koordinasi dengan Polda, dengan TNI dan DKI Jakarta juga situasinya masih lebih aman kan. Dan sekarang Jakarta jadi nomor dua kota teraman di Asia Tenggara,” kata Juaini menanggapi laporan Global Residence Index Tahun 2026 yang menyatakan Jakarta kota teraman kedua di Asia Tenggara, di sela kegiatan Hallalbihalal FLO di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, banyak pihak yang berperan dalam prestasi gemilang ini, salah satunya keterlibatan aktif ormas dalam menjaga ketertiban di tingkat akar rumput.
“Ya tentu itu semua hasil kerja sama kita (masyarakat) dengan aparat Polri, TNI dan juga semua ormas yang ada di Jakarta,” imbuhnya.
Dalam konteks tersebut, FLO memposisikan diri menjadi bagian dari ekosistem sosial yang berkontribusi menjaga stabilitas ibu kota.
Dia menilai selama ini ormas tidak hanya menjadi representasi masyarakat, tetapi juga mitra strategis dalam mendukung keamanan wilayah.
“Ya tentunya sebagai kepanjangan tangan dari masyarakat, banyak usulan dan harapan daripada masyarakat yang ingin disampaikan ke pimpinan kita, baik di Polda maupun di DKI,” kata Juaini.
Di sisi lain, FLO juga menjalankan fungsi koordinatif dengan aparat. Organisasi ini, kerap menerima instruksi untuk bersinergi dalam berbagai kegiatan pengamanan.
“Kami menerima instruksi dan perintah bersinergi dengan Polda, dengan TNI, dan dengan jajaran Pemprov DKI yang memang selama ini sudah kami laksanakan, yaitu sama-sama bersinergi untuk menjaga situasi Jakarta supaya aman dan kondusif,” ucapnya.
Selain itu, FLO yang memiliki kapasitas mobilisasi massa yang cukup besar kerap dimanfaatkan dalam kegiatan yang melibatkan aparat keamanan.
"Kalau dilepas semuanya, seperti yang kadang-kadang Kapolda Metro minta, kami apel siaga di Polda, itu bisa sampai 5.000 anggota," ujarnya.
Dia menegaskan, kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga ketertiban. "Karena memang ya semuanya siap gitu ketika dipanggil dan itu sudah komitmen kami semuanya," kata dia.
Peran FLO tidak hanya berhenti pada aspek keamanan, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Organisasi ini menampung aspirasi warga sekaligus menyampaikan kebijakan kepada anggota di tingkat bawah.
Untuk memastikan peran tersebut berjalan optimal, FLO juga melakukan pembinaan internal terhadap ormas yang tergabung, salah satunya melalui verifikasi legalitas organisasi.
'Ya memang dengan adanya FLO ini kami menjaring juga dan kami selalu mengecek keabsahan daripada ormas-ormas yang ada di FLO itu. Itu memang salah satu program kami juga," kata Juaini.
Tak hanya itu, FLO juga membantu ormas yang belum memiliki kelengkapan administrasi agar dapat memenuhi persyaratan formal.
“Kalau memang yang belum ada keabsahannya, nanti insya Allah kami dukung, kami jembatani ke Kesbangpol maupun ke pihak terkait yang ada hubungannya dengan masalah administrasi keormasan," jelasnya.
Selain itu, FLO juga menerapkan pendekatan inklusif dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi ormas untuk bergabung. Hingga saat ini, sekitar 150 ormas telah terdaftar dalam forum tersebut.
Menurut Juaini, pendekatan tersebut penting untuk meminimalkan potensi konflik sekaligus memperkuat koordinasi antarorganisasi.
"Jadi, ketika ada mereka seandainya yang kurang bagus di ormasnya, kami kasih tahu pimpinannya bahwa ini enggak sesuai dengan misi-misi yang kita tekankan di FLO DKI," ujarnya.
Dalam kegiatan halalbihalal itu, ratusan perwakilan ormas dari berbagai wilayah di Jakarta menghadiri acara tahunan yang menjadi ruang silaturahmi dan penguatan koordinasi antarormas tersebut.
“Pada hari ini yang hadir, alhamdulillah sekitar 300-400 anggota ormas. Itu mewakili dari sekitar 50 ormas yang ada di FLO," katanya.
Ketua Umum Forum Lintas Ormas (FLO) Provinsi DKI Jakarta Juaini Yusuf saat foto bersama dengan perwakilan ormas di sela-sela Halalbihalal FLO DKI di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). ANTARA/Syaiful Hakim
Sementara itu, Dewan Pembina FLO DKI Jakarta, Fahira Idris menegaskan pentingnya fungsi ormas ini sebagai jembatan aspirasi publik di tengah dinamika sosial perkotaan.
Sejak awal pembentukannya, kata dia, FLO dirancang bukan sekadar wadah berkumpulnya ormas, tetapi juga ruang bersama untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan.
"Pertama, FLO adalah rumah besar kebersamaan lintas ormas di DKI Jakarta, kedua FLO adalah sebagai jembatan aspirasi masyarakat, dan ketiga, FLO adalah mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keamanan sosial di Jakarta,” kata Fahira.
Dia menilai, keberadaan FLO selama ini telah menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai kegiatan, mulai dari aksi sosial hingga kolaborasi lintas lembaga.
“Saya selalu salut dengan FLO ini karena telah melakukan banyak kegiatan, mulai dari kegiatan sosial, deklarasi kebangsaan, hingga kolaborasi dengan beberapa institusi,” ucap Anggota DPD RI ini.
Dalam kesempatan itu, dia berpendapat momentum halalbihalal tidak hanya dimaknai sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang memperkuat kepercayaan antarormas serta mempererat persatuan di tengah keberagaman.
"Ini adalah momentum untuk membersihkan hati dan membuat kepercayaan antaromas, sekaligus menghapus sekat-sekat perbedaan dan memperkuat persatuan," kata dia.
Baca juga: Jakarta jadi kota teraman, Legislator: Perlu terus ditingkatkan
Baca juga: Jakarta kota teraman kedua se-ASEAN, Polda sebut ada peran dari warga





