Meta Berencana PHK 8.000 Karyawan Akibat Masifnya Penggunaan AI

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perusahaan teknologi raksasa Meta berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap sekitar 8.000 karyawan global pada 20 Mei 2026. Jumlah tersebut mencakup 10 persen dari total tenaga kerja Meta yang tercatat mencapai hampir 79.000 orang pada akhir 2025.

Langkah ini diambil seiring dengan strategi perusahaan untuk memasifkan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem kerja internal mereka. Selain itu, PHK ini menjadi pemangkasan paling signifikan sejak periode efisiensi besar-besaran pada akhir 2022 hingga awal 2023.

“Upaya memasifkan AI ini disebut-sebut lebih masif dibandingkan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya,” tulis laporan Reuters, Sabtu (18/4/2026). Terlebih lagi, CEO Meta Mark Zuckerberg telah mengalokasikan dana hingga ratusan miliar dolar untuk mentransformasi cara kerja perusahaan melalui teknologi kecerdasan buatan.

Isu mengenai pengurangan tenaga kerja ini sebenarnya telah mencuat sejak bulan lalu di kalangan industri teknologi global. Di samping itu, rumor awal sempat menyebutkan bahwa angka pemangkasan karyawan bisa mencapai 20 persen dari total pekerja global.

Meskipun melakukan pengeluaran besar untuk AI, Meta berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$ 60 miliar pada tahun lalu. Selain itu, pendapatan perusahaan secara keseluruhan dilaporkan menembus angka lebih dari US$ 200 miliar di tengah tren efisiensi yang sedang berjalan.

Performa saham Meta di pasar modal juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,68 persen sejak awal tahun ini. Terlebih lagi, pencapaian tersebut tetap terjaga meski posisi saham saat ini sedikit menurun dari rekor tertinggi yang sempat diraih pada musim panas lalu.

Fenomena PHK akibat adopsi teknologi AI ini juga melanda perusahaan besar lainnya, termasuk Amazon yang telah memangkas 30.000 karyawan. Di samping itu, langkah tersebut diambil sebagai strategi efisiensi jangka panjang dalam menghadapi persaingan industri teknologi yang dinamis.

Restrukturisasi ini menandai babak baru bagi Meta dalam memprioritaskan otomatisasi pada berbagai divisi kerja mereka. Terlebih lagi, kebijakan ini dipandang sebagai konsekuensi dari pergeseran fokus perusahaan menuju pengembangan ekosistem kecerdasan buatan yang lebih terintegrasi.

Baca Juga: Meta Kembangkan Kloningan Mark Zuckerberg

Karyawan yang terdampak diperkirakan berasal dari berbagai departemen di kantor Meta yang tersebar di seluruh dunia. Selain itu, manajemen perusahaan diharapkan segera memberikan rincian mengenai paket kompensasi dan dukungan transisi bagi para pekerja yang terkena dampak.

Langkah Meta ini menjadi sinyal kuat bagi para pelaku industri mengenai dampak nyata kecerdasan buatan terhadap struktur lapangan kerja di masa depan. Dengan demikian, efisiensi berbasis teknologi diprediksi akan terus menjadi tren utama dalam operasional perusahaan rintisan maupun raksasa teknologi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trending: Jawaban Rieke Diah Pitaloka Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Seusai Menjamu Perwakilan Qatar & Saudi, Megawati Menerima Dubes Jerman
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Frederik Kalalembang Kawal Pemulangan Jenazah TKI dari Laut Eropa ke Toraja, Keluarga Ucap Terima Kasih
• 7 jam laluterkini.id
thumb
Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 18 April 2026: Galeri24, Antam, dan UBS
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Penderita Diabetes di Indonesia Tahun 2026 Masih Tinggi, Pendekatan Penangananya Dinilai Perlu Dievaluasi
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.