JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog di wilayah Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026).
Sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi cadangan pangan nasional, khususnya beras.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan secara spontan setelah Presiden menghadiri pengarahan kepada pimpinan DPRD se-Indonesia.
“Bapak Presiden tadi mendadak menanyakan ingin melihat gudang bulog di Magelang atau di Yogyakarta sekembalinya dari acara pimpinan DPRD," kata Seskab dalam keterangannya, Sabtu.
Baca juga: Kemungkinan Prabowo Ingin Menjabat Lagi Pada 2029? Ini Kata Fahri Hamzah
Menurut dia, Presiden ingin memastikan langsung kondisi stok pangan nasional di lapangan tetap aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat.
“Bapak Presiden ingin memastikan secara langsung bahwa cadangan pangan kita, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat,” lanjutnya.
Gudang Bulog Danurejo yang dikunjungi memiliki dua unit bangunan dengan kapasitas total mencapai 7.000 ton.
Saat ini, gudang tersebut dilaporkan dalam kondisi terisi penuh, menandakan ketersediaan stok beras yang mencukupi untuk wilayah Kota dan Kabupaten Magelang.
Baca juga: Hadiri Retret DPRD di Akmil Magelang, Prabowo Sempat Disarankan Stafnya untuk Tidak Datang
Selain memastikan ketersediaan, Presiden juga menekankan pentingnya menjaga kualitas beras serta memastikan distribusi berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
“Bapak Presiden juga menekankan bahwa selain ketersediaan, kualitas beras harus terus dijaga, serta distribusinya harus tepat waktu dan tepat sasaran agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Seskab.
Baca juga: Kereta Api Lintas Pulau, Ujian Serius Kepemimpinan Infrastruktur Era Prabowo
Ia menambahkan, sidak tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Terutama di tengah tantangan global seperti krisis energi dan pangan yang terjadi di sejumlah negara akibat konflik geopolitik.
Dalam konteks tersebut, pemerintah memastikan kondisi pasokan dan harga pangan di Indonesia tetap stabil.
“Ini merupakan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan negara selalu hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat,” tutup Seskab Teddy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




