Pemkab OKI Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Pertama di Sumsel

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

OKI: Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Nova Triyussanto mengatakan penetapan status tersebut menjadi yang pertama dilakukan di Sumatera Selatan pada tahun ini.

“Status siaga darurat ini kami tetapkan lebih awal sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi cukup ekstrem tahun ini,” kata Nova di Palembang seperti dilansir Antara, Sabtu, 18 April 2026.

Penetapan status siaga darurat itu berdasarkan Surat Keputusan Bupati OKI Nomor 135/KEP/BPBD/2026. Status tersebut berlaku sejak 14 April hingga 31 Desember 2026. Kebijakan itu juga ditujukan untuk mengantisipasi potensi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Dengan status tersebut, seluruh pihak terkait diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, mulai dari upaya pencegahan, patroli terpadu, hingga penanganan cepat apabila terjadi kebakaran. Koordinasi lintas instansi juga diperkuat bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan kelompok masyarakat peduli api.
 

Baca Juga :

Pemprov Jambi Siapkan Status Siaga Darurat Karhutla


“Kami berharap semua pihak bergerak bersama mencegah karhutbunla (kebakaran hutan, kebun, dan lahan),” ujarnya.

Selain itu, BPBD OKI akan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan kebakaran, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Pihaknya juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan karena selain merusak lingkungan, tindakan tersebut juga dapat dikenakan sanksi hukum.


Ilustrasi-Karhutla di Natuna pada Maret 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Sumatera Selatan sepanjang 2025 mencapai 5.939,8 hektare. Lahan mineral menjadi area yang paling luas terbakar, yakni 5.558,2 hektare. Sementara itu, lahan gambut yang terbakar mencapai 381,6 hektare.

Kabupaten OKI tercatat sebagai wilayah dengan luas kebakaran terbesar di Sumatera Selatan, yakni 1.361,9 hektare. Luas tersebut terdiri atas lahan gambut 333,4 hektare dan lahan mineral 1.028,5 hektare.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Telur Ayam dan Cabai Rawit Terbaru Sabtu Pagi, Tembus Rp71.550 per Kilogram
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Partai Komunis Tiongkok Luncurkan Sensor Massif, Alat Penghindar Sensor Dibendung Hingga Internet Daratan Tiongkok Terancam Kembali ke Era ‘Jaringan Lokal
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
Pelemahan Rupiah di Tengah Gejolak Global Disebut Buka Peluang Ekspor ke Pasar Baru
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Prakiraan Cuaca Sulsel Hari Ini, 18 April 2026: Bone Hujan Ringan dan Luwu Utara Hujan Sedang, Bagaimana Daerah Lainnya?
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Vitor Baia Terpukau dengan Atmosfer GBK, Puji Suporter Indonesia dan Berharap Kembali Tahun Depan
• 2 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.