Ternyata Trump Tidak Bisa Apa-apa Tanpa Elon Musk, Ini Buktinya

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden AS Donald Trump dan CEO Tesla Elon Musk berbincang saat menghadiri peringatan memorial aktivis konservatif Charlie Kirk di State Farm Stadium, Glendale, Arizona, Minggu (21/9/2025). (X/@WhiteHouse)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pada Agustus 2025, jaringan satelit Starlink milik SpaceX yang notabene merupakan perusahaan milik Elon Musk, mengalami gangguan. 

Jutaan pengguna terkena dampak dari masalah tersebut, termasuk operasional drone untuk memperkuat opsi militer Amerika Serikat (AS) dalam konflik dengan China.

Masalah ini diketahui saat Angkatan Laut AS (US Navy) melakukan ujicoba kapal tanpa awak pada Agustus lalu. Puluhan kapal tersebut terombang-ambing di lepas pantai California.

Selain itu, komunikasi terganggu dan menghentikan operasi selama hampir satu jam, dikutip dari Reuters, Sabtu (18/4/2026).

Pilihan Redaksi
  • Iran Bantah Klaim "Debu Nuklir" Trump, Uranium Tak Akan Dipindahkan
  • Selat Hormuz Dibuka, 2 Kapal Pertamina yang Tertahan Siap Berlayar
  • AS Perpanjang "Izin" Beli Minyak Rusia, Indonesia Bisa Tenang

Laporan Reuters yang mengutip dokumen internal US Navy menyebut uji coba yang gagal ini telah terjadi beberapa kali. Hal tersebut membuat operator tidak bisa terhubung dengan kapal otonom.

Pihak Pentagon tak menanggapi pertanyaan soal uji coba dan kerja sama antara SpaceX dengan US Navy. Kepala petugas informasi Pentagon, Kirsten Davies, hanya mengatakan pihaknya mencoba berbagai sistem yang kuat dan tangguh.

"Departemen memanfaatkan sejumlah sistem yang kuat dan tangguh untuk jaringan luas," ucapnya.

Sejauh ini, SpaceX memang masih memonopoli peluncuran luar angkasa dan menyediakan komunikasi satelit. Misalnya kerja sama dengan Space Force AS menggunakan roket SpaceX untuk peluncuran GPS, mengalihkan dari roket Vulcan milik Boeing yang melakukan kesalahan.

Insiden ini menyoroti tingginya ketergantungan pemerintahan Donald Trump, khususnya dalam hal militer, terhadap SpaceX milik Elon Musk. Ketergantungan ini bisa menjadi masalah bagi Pentagon, yakni tidak memiliki akses konstelasi untuk orbit rendah.

"Jika tidak ada Starlink, pemerintah AS tidak punya akses ke konstelasi komunikasi orbit rendah Bumi global," kata wakil direktur Aerospace Security Project di Center for Strategic and International Studies, Clayton Swope.

Anggota parlemen dari Demokrat telah mengingatkan soal risiko ketergantungan ini. Reuters juga merujuk masalah ketergantungan ini dengan pemboikotan startup AI Anhropic oleh Departemen Pertahanan.

Starlink juga mengalami masalah soal kesulitan memenuhi koneksi untuk drone. Laporan keselamatan AL menyebutkan penyebab masalah ini karena penggunaan data yang tinggi sangat dibutuhkan untuk mengontrol banyak sistem.



(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Penolakan Starlink di Namibia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasto Nilai Indonesia Kehilangan Spirit Konferensi Asia Afrika: Jadi Gamang Perjuangkan Bangsa Tertindas
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Prabowo Sidak ke Gudang Bulog di Magelang, Pastikan Keamanan Stok Pangan
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Prihatin Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi, Pimpinan Komisi II DPR Minta Maaf
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Dukung Reformasi Pasar Modal, Prajogo Pangestu Pangkas Kepemilikan Saham
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketua Ombudsman Jadi Tersangka: Krisis Integritas Pengawas Publik
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.