JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengusulkan diadakan Konferensi Asia-Afrika (KAA) Jilid II untuk mengatasi goncangan geopolitik global yang saat ini terjadi.
Menurut Mega, dunia kini memerlukan pemikiran alternatif tentang bagaimana perdamaian bisa diwujudkan.
Demikian disampaikan Megawati saat berpidato pada acara bertajuk "71 Tahun Peringatan KAA: Relevansi Gerakan Asia-Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini" di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga: TB Hasanuddin Sarankan UU Peradilan Militer Direvisi Buntut Kasus Andrie Yunus
“Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Jilid II sangat relevan. Di sinilah pemikiran geopolitik Bung Karno menjadi kompas bagi masa depan bangsa dan dunia,” kata Megawati dikutip Antara.
Menurut Megawati, ancaman neokolonialisme dan imperialisme masih bekerja dalam sifat dan corak yang berbeda pada era modern ini. Oleh karena itu, Konferensi Asia Afrika Jilid II menjadi sangat relevan untuk menjaga kedaulatan bangsa-bangsa merdeka.
Megawati juga menyerukan perlunya reformasi total atau re-tooling terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengingat struktur PBB saat ini sudah usang karena lahir dari konstelasi perang dunia II.
Salah satunya adalah menghapus hak istimewa atau hak veto negara-negara tertentu yang dinilai menciptakan ketimpangan global sebagaimana gagasan Presiden pertama RI Soekarno.
Baca Juga: Feri Amsari Dilaporkan karena Kritik Pemerintah, Julius Ibrani: Ini Merusak Marwah Demokrasi
“Perlu ada perubahan Piagam PBB dengan memasukkan Pancasila sebagai landasan internasional,” kata Megawati.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- megawati soekarnoputri
- megawati soekarnoputri pdip
- konferensi asia afrika
- goncangan geopolitik global
- pdip





