Stok Kedelai Aman, Bapanas Jaga Pasokan untuk Perajin Tahu-Tempe

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pasokan kedelai nasional tetap terjaga guna mendukung keberlangsungan usaha perajin tahu dan tempe, sekaligus menjaga stabilitas harga di masyarakat.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyampaikan bahwa stok kedelai hingga akhir April 2026 masih berada pada level aman, baik yang berasal dari impor maupun produksi dalam negeri.

“Ketersediaan kedelai secara nasional masih mencukupi untuk penuhi kebutuhan nasional, terutama bagi kebutuhan produksi perajin tahu dan tempe,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Sarwo menjelaskan, stok kedelai saat ini mencapai sekitar 322 ribu ton, angka yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan yang berada di kisaran 220 ribu hingga 230 ribu ton.

“Kaitan dengan ketersediaan stok, saat ini sampai dengan akhir April, stok kedelai kita masih 322 ribu ton. Artinya ini masih cukup,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah terus memantau ketersediaan tersebut secara berkala, mengingat lebih dari 90 persen kebutuhan kedelai nasional digunakan oleh perajin tahu dan tempe. Koordinasi juga dilakukan secara rutin dengan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia untuk menjaga stabilitas pasokan.

Baca Juga: Tak Impor Beras, RI Masuk Era Swasembada Plus! Kepala Bapanas: Presiden Kita Hebat!

Dari sisi harga, Bapanas menyebut kondisi di tingkat perajin masih terkendali. Rata-rata harga kedelai impor dalam sepekan terakhir berada di kisaran Rp11.266 hingga Rp11.320 per kilogram, masih di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp12.000 per kilogram.

Sarwo menegaskan para importir wajib mematuhi batas harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni maksimal Rp11.500 per kilogram di tingkat importir dan Rp12.000 per kilogram di tingkat konsumen atau perajin.

“Semua pelaku usaha harus tunduk kepada pemerintah dengan mengacu kepada harga acuan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Selain menjaga pasokan dan harga, pemerintah juga tengah memperkuat Cadangan Kedelai Pemerintah (CKP) bersama Perum Bulog. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pengadaan CKP pada 2026 ditargetkan minimal mencapai 70 ribu ton.

Sebelumnya, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan pelaku usaha kedelai, khususnya importir, untuk menjaga stabilitas harga. Pemerintah tidak segan memberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin impor jika terjadi pelanggaran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dituntut Ganti Rugi Rp10,7 Miliar  Clara Shinta Siapkan Somasi Balik
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Top Leaders Sepekan: Saham Konglomerat BREN, BNBR Cs Jadi Penggerak IHSG
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Minyak Anjlok 5,9% Sentuh US$92,41 per Barel Usai Selat Hormuz Dibuka
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Siapkan Oleh-oleh Haji dan Umrah, Bursa Sajadah Resmi Hadir di Makassar
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Pertagas raih tiga penghargaan lingkungan Proper Emas KLH
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.