JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons tawuran di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang terjadi tiga hari berturut-turut.
Pramono mengatakan dirinya sudah menerima laporan dari Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin. Ia pun meminta aparat penegak hukum segera bertindak tegas.
“Saya sudah memerintahkan kepada Walikota Jakarta Pusat, tentunya melalui penegak hukum dalam hal ini Kepolisian,” ujar Pramono di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2026).
“Untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang menjadi inisiator dari tindakan kekerasan ini,” tegasnya.
Baca juga: Pramono di Monas Soroti Kondisi Dunia, Tegaskan Pesan Damai dari Jakarta
Selain itu, Pramono juga meminta kelompok yang terlibat untuk didamaikan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” tambahnya.
Sebelumnya, tawuran antarkelompok pemuda di Petamburan terjadi sejak Rabu (15/4/2026) hingga Jumat (17/4/2026) malam.
Warga setempat, Ilham (32), menyebut bentrokan pada Jumat malam merupakan yang ketiga dan paling parah karena disertai pembakaran.
“Kan kejadian sudah tiga kali. Pertama itu jam 01.30 WIB hari Rabu dini hari. Terus yang kedua jam 20.30 WIB, Kamis (16/4/2026) malam,” ujar Ilham.
“Nah yang hari Jumatnya ini nih, habis Isya jam 19.00 WIB,” lanjutnya.
Menurut Ilham, dua kejadian awal tidak sampai menimbulkan kebakaran, meski sudah terjadi saling lempar petasan dan membawa senjata tajam.
Baca juga: Tawuran di Tanah Abang Disebut Sudah Terjadi 3 Hari Berturut-turut
Polisi sempat berjaga di lokasi, namun situasi kembali pecah setelah mereka meninggalkan area pada Jumat malam.
Tawuran pada Jumat malam kemudian memicu kebakaran di deretan lapak pedagang.
“Mereka bawa petasan, ditembak-tembakkan (dilempar) ke kita dan dia bakar api nih di sini, di lapak pedagang buah. Kalau tidak salah pakai bom molotov,” kata Ilham.