WASHINGTON, KOMPAS.TV - Pejabat-pejabat Iran membantah keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Teheran telah mengalah dan bersedia meninggalkan program nuklir. Iran menegaskan tidak akan menyerahkan konsesi apa pun terhadap AS usai gencatan senjata.
Sejumlah pejabat senior Iran dilaporkan berang usai Trump membuat berbagai klaim mengenai situasi dengan Iran. Pejabat Iran menilai Trump "berbohong" ketika Pakistan tengah mengupayakan perundingan babak kedua AS-Iran.
Pada Jumat (17/4), melalui media sosial, Trump mengeklaim Iran sepakat untuk menyerahkan seluruh hasil pengayaan uranium kepada AS. Trump juga mengeklaim Iran berjanji tidak akan mengayakan uranium di wilayahnya.
Selain itu, Trump menyebut Iran setuju membuka Selat Hormuz dan tidak akan pernah menerapkan blokade. Sedangkan blokade maritim AS tetap akan dipertahankan.
Presiden AS itu juga menyatakan Iran tidak akan diberi aset senilai miliaran dolar AS yang dibekukan akibat sanksi AS.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, 2 Kapal Pertamina yang Tertahan Siap Melintas Keluar
Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan seluruh klaim Donald Trump tersebut tidak benar. Ghalibaf menuduh Trump sebatas berupaya memengaruhi opini publik mengenai perang.
"Dengan kebohongan-kebohongan ini, mereka tidak memenangkan perang, dan ini jelas tidak akan membawa mereka ke mana pun dalam negosiasi," kata Ghalibaf dikutip Al Jazeera, Sabtu (18/4).
Lebih lanjut, Ghalibaf mengatakan pemerintah Iran memutuskan menutup kembali Selat Hormuz per Sabtu (18/4) atau sehari setelah blokade dibuka.
Ghalibaf beralasan Iran kembali menutup Selat Hormuz karena AS tidak membuka blokade di perairan tersebut. Militer AS diketahui memblokade jalur menuju pelabuhan-pelabuhan di Iran sejak Senin (13/4) lalu.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- donald trump
- perang iran
- penutupan selat hormuz
- pengayaan uranium iran
- program nuklir iran





