Trump Klaim Iran Serahkan Uranium dan Tinggalkan Program Nuklir, Teheran Bantah Keras

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpura-pura membidik dengan senapan saat berbicara kepada wartawan di Ruang Jumpa Pers James Brady di Gedung Putih, Washington, AS, Senin (6/4/2026). (Sumber: AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Pejabat-pejabat Iran membantah keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Teheran telah mengalah dan bersedia meninggalkan program nuklir. Iran menegaskan tidak akan menyerahkan konsesi apa pun terhadap AS usai gencatan senjata.

Sejumlah pejabat senior Iran dilaporkan berang usai Trump membuat berbagai klaim mengenai situasi dengan Iran. Pejabat Iran menilai Trump "berbohong" ketika Pakistan tengah mengupayakan perundingan babak kedua AS-Iran.

Pada Jumat (17/4), melalui media sosial, Trump mengeklaim Iran sepakat untuk menyerahkan seluruh hasil pengayaan uranium kepada AS. Trump juga mengeklaim Iran berjanji tidak akan mengayakan uranium di wilayahnya.

Selain itu, Trump menyebut Iran setuju membuka Selat Hormuz dan tidak akan pernah menerapkan blokade. Sedangkan blokade maritim AS tetap akan dipertahankan.

Presiden AS itu juga menyatakan Iran tidak akan diberi aset senilai miliaran dolar AS yang dibekukan akibat sanksi AS.

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, 2 Kapal Pertamina yang Tertahan Siap Melintas Keluar

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan seluruh klaim Donald Trump tersebut tidak benar. Ghalibaf menuduh Trump sebatas berupaya memengaruhi opini publik mengenai perang.

"Dengan kebohongan-kebohongan ini, mereka tidak memenangkan perang, dan ini jelas tidak akan membawa mereka ke mana pun dalam negosiasi," kata Ghalibaf dikutip Al Jazeera, Sabtu (18/4).

Lebih lanjut, Ghalibaf mengatakan pemerintah Iran memutuskan menutup kembali Selat Hormuz per Sabtu (18/4) atau sehari setelah blokade dibuka.

Ghalibaf beralasan Iran kembali menutup Selat Hormuz karena AS tidak membuka blokade di perairan tersebut. Militer AS diketahui memblokade jalur menuju pelabuhan-pelabuhan di Iran sejak Senin (13/4) lalu.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • donald trump
  • perang iran
  • penutupan selat hormuz
  • pengayaan uranium iran
  • program nuklir iran
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekspor CPO Indonesia 2026 Naik Pesat, Hilirisasi Jadi Kunci Dominasi Pasar Global
• 13 jam lalumatamata.com
thumb
Ketika Naruto Mengajarkan Arti Kerja Keras bagi Pelajar
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Barito Putera dan Persiba berbagi satu poin usai hujan enam gol
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
PT Lingkar Nusantara Gas Siap Investasi Rp 342,8 M untuk Proyek Gas di KEK Palu
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Memanas, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Buntut Blokade Pembajakan AS
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.