Efek WFH Tiap Jumat Masih Terbatas, Pengguna Commuter Line Masih Tinggi

kompas.tv
15 jam lalu
Cover Berita
Kebijakan WFH ASN tak banyak pengaruhi jumlah penumpang KRL. Volume harian tetap di atas 1 juta, meski terjadi penurunan pada jam sibuk pagi. (Sumber: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada setiap Jumat belum berdampak signifikan terhadap penggunaan moda transportasi kereta.

Volume penumpang Commuter Line Jabodetabek tetap tinggi, bahkan masih menembus lebih dari 1 juta pengguna dalam sehari.

PT KAI Commuter mencatat, pada pelaksanaan perdana kebijakan WFH ASN pada Jumat (10/3/2026), jumlah pengguna Commuter Line mencapai 1.041.319 orang.

Baca Juga: ASN Kota Bekasi Wajib Berbahasa Inggris saat WFH, Ini Tujuan Kebijakannya | JMP

Angka tersebut menunjukkan moda transportasi ini tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk beraktivitas, meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah.

"Rata-rata setiap hari kerja, hampir 1,1 juta masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk transportasi dan aktivitas hariannya," kata Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda dalam siaran pers, dikutip Sabtu (18/4).

Karina menjelaskan, penurunan terlihat pada jam sibuk pagi. Hingga pukul 10.00 WIB, jumlah pengguna tercatat 300.180 orang, turun 20 persen dibandingkan Jumat sebelum kebijakan WFH ASN yang mencapai 376.186 orang.

Baca Juga: Dampak Positif ASN Pemprov NTT WFH, Hemat BBM dan Biaya Operasional | JMP

Penurunan juga terpantau di sejumlah stasiun keberangkatan utama. Di Stasiun Bogor, jumlah pengguna hingga pukul 10.00 WIB tercatat 7.484 orang atau turun 29,3 persen.

Sementara di Stasiun Bekasi turun 27,2 persen menjadi 16.825 orang, dan di Stasiun Sudimara berkurang 32,5 persen menjadi 8.958 pengguna.

Penulis : Dina Karina Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber :

Tag
  • wfh
  • asn
  • krl
  • commuter line
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPH Migas Sidak SPBU di Padang, Cek Dugaan Penyaluran BBM Subsidi Tak Wajar
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Megawati Sebut Struktur Dewan PBB Usang, Usulkan Hapus Hak Veto hingga Masukkan Pancasila
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Kampanye Anti-Bullying, Atta Halilintar Ngaku Kepikiran Nasib Kedua Anaknya Kelak
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Mencoba Peruntungan di Bursa Kerja Mega Career Expo
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Horor! Prajurit Kopassus Ini Tersesat ke Alam Lain saat Kejar KKB Papua
• 7 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.