Warga Lebanon Selatan rela menerjang Sungai Litani menggunakan kendaraan mereka untuk kembali ke kampung halaman, pada Jumat, 17 April 2026, waktu setempat. Hal ini diakibatkan hancurnya Jembatan Tayr Falsay akibat serangan udara zionis Israel jelang gencatan senjata.
Terlihat warga melintasi jembatan yang rusak parah dengan berjalan kaki. Sementara sejumlah kendaraan terpaksa menerjang aliran Sungai Litani untuk bisa lewat.
Salah satu warga mengucap syukur, karena setelah menanti selama 40 hari, akhirnya ia bisa pulang ke desa tempat tinggalnya. Ia pun turut membantu para warga yang akan menyebrangi sungai tersebut.
Baca Juga :
Militer Lebanon Laporkan Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel di Wilayah SelatanSebelumnya, militer Israel menyatakan serangan dengan menghancurkan beberapa jembatan. Termasuk Jembatan Qasmiyeh, yang bertujuan memutus jalur pasokan Hizbullah di Lebanon Selatan.
Sementara kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon resmi berlaku pada Jumat tengah malam waktu setempat.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui platform Truth Social mengonfirmasi kesepakatan tersebut setelah berkomunikasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.
Konflik intens yang pecah sejak 2 Maret lalu telah memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi, menurut data UNHCR.




