Pantau - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa Selat Hormuz kini berada di bawah kendali ketat militer Iran meski jalur perairan strategis tersebut disebut telah kembali ke kondisi sebelumnya pascakegangan dengan Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan komando gabungan IRGC pada Sabtu, 18 April 2026, dengan menegaskan situasi keamanan di kawasan tetap diawasi secara intensif.
IRGC menyatakan, "Kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya, dan jalur perairan strategis itu kini berada di bawah pengelolaan dan kendali ketat angkatan bersenjata," ungkapnya.
Kendali Ketat dan Respons terhadap ASIRGC merujuk pada blokade yang masih dilakukan Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran sebagai alasan utama pengawasan ketat tersebut.
Mereka menegaskan, "hingga AS memulihkan sepenuhnya kebebasan pergerakan kapal yang menuju dan keluar dari Iran", situasi di Selat Hormuz akan tetap berada dalam pengawasan militer yang ketat, tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa "selat Hormuz sepenuhnya terbuka" untuk kapal komersial, ujarnya.
Araghchi menjelaskan keputusan itu diambil "sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon", ungkapnya.
Latar Belakang Konflik dan Upaya PerdamaianKetegangan meningkat sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran.
Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta negara-negara di kawasan yang menampung aset militer AS sebagai bentuk pertahanan diri.
Konflik tersebut memasuki masa jeda sejak 8 April setelah Pakistan memediasi gencatan senjata selama dua pekan.
Washington dan Teheran diketahui telah mengadakan pembicaraan di Pakistan guna mencari solusi damai jangka panjang.
Upaya untuk menggelar pertemuan lanjutan di Islamabad masih terus dilakukan oleh kedua pihak.




