JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi arena tawuran antarkelompok pemuda selama tiga hari berturut-turut.
Aksi saling serang menggunakan senjata tajam dan petasan itu bahkan berujung pada pembakaran lapak serta gerobak milik pedagang di sekitar lokasi.
Berlangsung Tiga Hari Berturut-turut
Saksi mata di lokasi, Ilham (32), mengungkapkan bahwa bentrokan antarwarga dari RW 11 dan RW 5 Kelurahan Petamburan bukanlah kejadian yang pertama kalinya.
Keributan antara kedua kelompok pemuda itu disebut sudah mulai sejak Rabu (15/4/2026) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB.
Baca juga: Tawuran Warga Membara di Tanah Abang, 2 Gerobak Buah Dibakar
Kemudian, bentrokan kedua kembali terjadi keesokan harinya, Kamis (16/7/2026) pukul 20.30 WIB malam.
Kompas.com/Dian Erika Lokasi lapak warga yang dibakar massa saat tawuran di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (18/4/2026). Lokasi tersebut terlihat dipasangi garis polisi pada Sabtu (18/4/2026).
Kepolisian pun disebut sempat bersiaga di lokasi sejak Jumat (17/4/2026) pagi hingga sore untuk mencegah adanya tawuran susulan.
"Oleh karenanya pedagang sudah siaga pas hari Kamis, hari Jumat. Nah pas polisi pergi dari lokasi, perginya pas habis Maghrib. Pas itu Jumat malam langsung terjadi lagi," ucap Ilham.
Setelah polisi meninggalkan lokasi, tawuran kembali pecah sekitar pukul 19.00 WIB dan menyebabkan dampak paling parah, yaitu hingga perusakan gerobak pedagang.
Bom Molotov Bakar Gerobak
Insiden pembakaran ini awalnya dipicu oleh aksi saling serang menggunakan kembang api dari kedua kelompok.
Namun, ketegangan pun semakin meningkat dan situasi semakin memburuk hingga akhirnya berubah menjadi aksi pembakaran di pinggir Jalan Petamburan V, RT 18 RW 05 menggunakan bom molotov.
"Mereka bawa petasan, ditembak-tembakkan ke kita dan dia bakar api nih di sini, di lapak pedagang buah. Kalau tidak salah pakai bom molotov," ungkap Ilham.
Baca juga: Tawuran di Tanah Abang Disebut Sudah Terjadi 3 Hari Berturut-turut
Kesaksian serupa disampaikan oleh Imam (35), yang melihat botol berisi minyak tanah dan petasan sebesar bambu dilemparkan secara sengaja ke deretan lapak pedagang.
Akibatnya, api pun berkobar hebat hingga setinggi 15 meter, bahkan nyaris menjalar ke pepohonan dan permukiman warga dan akhirnya petugas pemadam kebakaran pun turun tangan menangani api.
Namun, warga mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang pertama kali memprovokasi atau memulai aksi pembakaran tersebut.