Habib Jafar Berikan Tausiah di Momen Doa Bersama 40 Harian Vidi Aldiano

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kehadiran Habib Jafar dalam acara 40 harian Vidi Aldiano menjadi momen yang penuh makna bagi keluarga, sahabat, dan para pelayat yang hadir. Acara yang berlangsung di Masjid Nurul Hidayah di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Sabtu (18/4/2026), tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga ruang refleksi tentang kehidupan, kematian, dan makna keberlanjutan amal seseorang setelah wafat.

Habib Jafar sendiri mengungkapkan bahwa kehadirannya bukan tanpa usaha. Ia bahkan rela menggunakan sepeda motor agar dapat tiba tepat waktu di lokasi acara.

"Alhamdulillah, saya usahakan hadir minimal sore ini, sampai bela-belain pakai motor supaya bisa sampai," ujar Habib Jafar di Masjid Nurul Hidayah di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Sabtu (18/4/2026).

Awalnya, Habib Jafar tidak menjanjikan akan memberikan tausiah dalam acara tersebut. Namun, setelah ia tiba di lokasi dan melihat suasana yang ada, ia memutuskan untuk menyampaikan tausiah singkat.

"Tadi sebenarnya tidak menjanjikan untuk tausiah, tapi karena saya hadir, saya berikan tausiah singkat sebagai doa dan bekal buat kita semua," sambungnya.

Dalam isi tausiahnya, Habib Jafar menekankan bahwa kegiatan yang dilakukan dalam acara 40 harian bukanlah sesuatu yang sia-sia. Ia menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh orang-orang yang hadir pada saat itu sejatinya merupakan bentuk komunikasi dengan almarhum.

"Maka apa yang kita lakukan ini sedang berkomunikasi dengan almarhum, sehingga kemudian almarhum hadir, almarhum bahagia, melihat apa yang dilakukan oleh kita pada kesempatan kali ini," tuturnya.

Lebih lanjut, Habib Jafar menyampaikan gagasan yang cukup kuat tentang makna kehidupan setelah kematian. Ia mengatakan bahwa sosok seperti Vidi tetap “hidup” dengan cara yang terbaik.

"Vidi tetap hidup itu cara terbaik. Karena itu ciri orang-orang mulia. Ciri-ciri orang mulia itu walaupun dia telah wafat, tetap hidup," ujar Habib Jafar.

Habib Jafar juga menegaskan bahwa orang yang telah wafat namun masih mampu “memberikan kehidupan” kepada orang lain adalah sosok yang istimewa. Memberikan kehidupan dalam hal ini dapat dimaknai sebagai memberi inspirasi, semangat, atau bahkan perubahan positif dalam hidup orang lain.

 

"Orang yang sudah wafat tapi dia tetap memberikan kehidupan kepada orang lain," ujarnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berita Viral: Reaksi Dedi Mulyadi usai Korlantas Berlakukan Kebijakannya dan Ajakan Khusus untuk Warga Jawa Barat Nikah di KUA
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Final Four Proliga 2026: Telan 6 Kekalahan Beruntun, Pelatih Ungkap Biang Kerok Kekalahan Jakarta Garuda Jaya dari Samator
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
AS Perpanjang Penangguhan Sanksi untuk Minyak Rusia
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Operasi SAR Dihentikan, Korban Tenggelam di Air Terjun Situmurun Belum Ditemukan
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Dari Ombudsman ke Tersangka: Alarm Bahaya Integritas Negara di Asia Tenggara
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.