JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah mencapai 379,76 hektare sejak Januari 2026. Angka tersebut kembali bertambah setelah insiden kebakaran terbaru terjadi di wilayah Kabupaten Sukamara pada Jumat (17/4/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, kebakaran terjadi di Desa Sungai Cabang Barat dengan luas terdampak mencapai 2,90 hektare.
"Kejadian ini menambah total luasan lahan terbakar akibat karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah sejak awal Januari 2026 menjadi total seluas 379,76 hektare," ujar Abdul Muhari, Sabtu (18/4/2026).
Penambahan luasan ini menunjukkan tren kebakaran yang terus meningkat, terutama di wilayah rawan kekeringan.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukamara langsung bergerak cepat melakukan pemadaman di lokasi kejadian. Upaya pemadaman dilakukan menggunakan peralatan sederhana namun efektif, seperti kopyor dan jet shooter atau pompa punggung.
Baca Juga:Info Mudik: One Way Diberlakukan hingga Salatiga, Contraflow Mulai KM 36 Tol Japek"Pemadaman dilakukan secara mekanis menggunakan kopyor dan jet shooter atau pompa punggung," imbuh Abdul.
Berkat respons cepat tersebut, api berhasil dikendalikan sebelum meluas lebih jauh.
BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering, termasuk karhutla.
"Masyarakat juga tidak boleh lengah akan potensi risiko bencana hidrometeorologi kering seperti kebakaran hutan dan lahan. Untuk pencegahan terjadinya karhutla, warga diimbau untuk tidak membakar sampah, membuka lahan dengan pembakaran, serta memastikan padamnya bara saat membuang puntung rokok," katanya.
Imbauan ini menjadi penting mengingat sebagian besar kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia yang kurang berhati-hati.
Kondisi cuaca kering yang melanda sejumlah wilayah di Kalteng turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam pencegahan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.
Jika tidak diantisipasi, karhutla dapat berdampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan hingga gangguan kesehatan akibat kabut asap.
#kalteng




