Iran Bakal Tutup Selat Hormuz hingga Blokade Pelabuhan Dicabut

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Iran menyebut Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali hingga Amerika Serikat mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan Iran. Seorang pejabat tinggi Iran memperingatkan, kesepakatan perdamaian akhir masih "jauh" dari kenyataan.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan telah ada "kemajuan" dalam pembicaraan dengan AS. Namun menurutnya masih banyak kesenjangan dan masih ada beberapa poin mendasar masih belum tercapai.

"Kita masih jauh dari diskusi akhir," kata Ghalibaf, yang juga menjadi salah satu negosiator Teheran, dalam pidato yang disiarkan televisi, dilansir AFP, Minggu (19/4/2026).

Diketahui, gencatan senjata selama dua minggu akan berakhir pada hari Rabu, kecuali diperpanjang.

Baca juga: Total 3.400 Orang di Iran Tewas selama Perang dengan AS-Israel

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa "percakapan yang sangat baik" sedang berlangsung dengan Iran. Akan tetapi ia memperingatkan Iran agar tidak mencoba "memeras" Amerika Serikat.

Sebelumnya, Iran membuka Selat Hormuz pada Jumat lalu usai diberlakukan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dengan sekutu Iran, Hizbullah, di Lebanon. Hal ini memicu kegembiraan di pasar global dan menyebabkan harga minyak anjlok.

Akan tetapi, Trump bersikeras akan memblokade pelabuhan Iran sampai kesepakatan tercapai untuk mengakhiri perang yang lebih luas. Merespons hal itu, Iran akan menutup selat itu sekali lagi.

Baca juga: Iran Tarik Ulur di Selat Hormuz, Perang Vs AS-Israel Jauh dari Kata Akhir

"Jika Amerika tidak mencabut blokade, lalu lintas di Selat Hormuz pasti akan terbatas," kata Ghalibaf.

Sementara itu, Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang belum terlihat sejak berkuasa, mengatakan dalam pesan tertulis bahwa angkatan laut Iran "siap" untuk mengalahkan Amerika Serikat.

Namun Trump menuduh Iran "bermain-main" dengan langkah-langkahnya baru-baru ini. Trump memperingatkan Teheran untuk tidak mencoba "memeras" Washington dengan sikap plin-plannya di Selat Hormuz.

"Kami sedang melakukan percakapan yang sangat baik," kata presiden, menambahkan bahwa Amerika Serikat "mengambil sikap tegas."




(yld/imk)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Madonna Kembali ke Coachella Setelah 20 Tahun, Duet Spektakuler dengan Sabrina Carpenter Gegerkan Panggung
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Luciano Leandro Heran dengan Performa PSM Makassar, Punya Skuad Bagus Namun Terancam Degradasi
• 2 menit laluharianfajar
thumb
Main di Kandang Timnas Indonesia, Duo Legenda Inter Milan Bicara Jujur soal Atmosfer SUGBK usai Clash of Legends
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Penjelasan Dedi Mulyadi soal Penataan Halaman Gedung Sate: Hasilnya Bisa Dinikmati Bersama
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Pria di Tangerang Bunuh Ibu Tiri gegara Tak Dipinjami Ponsel Positif Narkoba
• 5 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.