Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat koordinasi dalam menyusun peta jalan riset nasional yang lebih terarah dan terintegrasi. Hal ini mengemuka dalam pertemuan Menteri Brian Yuliarto dengan Kepala BRIN, Arif Satria.
Pertemuan tersebut, keduanya menitikberatkan pada penyelarasan kebijakan riset agar mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional secara konkret. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk memastikan riset tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Ke depan, akan disusun secara bersama melalui pembentukan tim kolaboratif, termasuk dalam penyusunan proposal riset sesuai dengan arahan Presiden,” ujar Menteri Brian kutip Minggu, 19 April 2026.
Dikesempatan yang sama, Arif menegaskan pentingnya sinkronisasi tahapan riset antar lembaga agar tidak terjadi ketimpangan dalam pelaksanaan.
“Komunikasi harus berjalan dengan baik, jangan sampai terjadi perbedaan tahapan riset antar lembaga, di mana satu pihak sudah mendekati tahap akhir sementara pihak lain baru memulai, atau sebaliknya,” ungkap Kepala BRIN.
Sebagai langkah lanjutan, kedua pihak tengah menyiapkan peluncuran agenda riset nasional bersama. Skema ini diharapkan menjadi fondasi baru dalam pengelolaan riset strategis, mulai dari perencanaan hingga pendanaan.
Tak hanya itu, integrasi sistem data riset juga menjadi fokus. Kemdiktisaintek dan BRIN menargetkan sistem monitoring yang lebih real time guna meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.
Pertemuan ini juga menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait fokus riset pada isu strategis, seperti pengelolaan sampah, ketahanan energi, dan pengembangan vaksin. Kolaborasi lintas lembaga ditekankan untuk mencegah duplikasi riset dan mengoptimalkan sumber daya.
Selain aspek kebijakan, penguatan SDM peneliti dan keberlanjutan pendanaan riset turut menjadi perhatian. Perguruan tinggi diharapkan semakin aktif dalam menghasilkan riset yang aplikatif dan berdampak.
Di tingkat global, peningkatan posisi Indonesia dalam Global Innovation Index juga menjadi target bersama, didukung penguatan data, jumlah peneliti, serta investasi riset.
Melalui sinergi ini, pemerintah mendorong ekosistem riset nasional yang lebih solid, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat internasional, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews





