Semaglutide Dinilai Lebih Baik Jaga Massa Otot dalam Penurunan Berat Badan

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Sebuah temuan medis terbaru menyoroti pentingnya mempertahankan massa otot saat menjalani terapi penurunan berat badan.

Mengutip artikel Reuters pada 16 April 2026, studi tersebut mengungkapkan bahwa semaglutide (Wegovy) lebih unggul dalam menjaga jaringan tubuh tanpa lemak, dibandingkan dengan tirzepatide (Zepbound/Mounjaro).

Baca Juga :
Tantangan Diet Seminggu ala Zaidul Akbar: Tinggalkan 3 Hal ini, Badan Auto Kurus!
Penjualan Ford Alami Penurunan Gegara Ini

"Meskipun tirzepatide cenderung menghasilkan angka penurunan berat badan yang lebih besar," sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu, 19 April 2026.

Ilustrasi otot tubuh
Photo :
  • Pixabay

Menurut laporan Reuters tersebut, analisis data jangka panjang terhadap ribuan pasien menunjukkan tren yang konsisten. Dimana engguna tirzepatide kehilangan massa tanpa lemak 1,1 persen lebih banyak pada tiga bulan pertama, dan meningkat menjadi 2 persen lebih banyak setelah satu tahun pemakaian jika dibandingkan dengan pengguna semaglutide.

Hal ini memicu diskusi di kalangan peneliti bahwa pasien tidak boleh hanya terpaku pada "berapa banyak kilogram yang hilang", tetapi juga "apa" yang sebenarnya hilang dari tubuh mereka.

Reuters juga mencatat bahwa pada pasien yang mengalami penurunan berat badan drastis di atas 20 persen, risiko kehilangan massa otot secara signifikan jauh lebih tinggi pada kelompok tirzepatide (10 persen). Hal itu jika dibandingkan dengan kelompok semaglutide yang hanya berada di bawah 7 persen.

Para ahli mengingatkan bahwa kehilangan otot yang berlebihan dapat memicu kelelahan dan menurunkan ketahanan fisik, sehingga olahraga menjadi faktor krusial bagi pasien yang menggunakan kedua jenis obat ini.

Dalam menanggapi temuan ini, Novo Nordisk tidak memberikan komentar secara langsung terhadap studi tersebut. Namun, merujuk pada hasil uji klinis sebelumnya, perubahan massa otot pada kelompok semaglutide tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan kelompok plasebo, dan fungsi fisik pasien (massa otot) tetap terjaga.

Hingga berita itu diturunkan, Eli Lilly belum memberikan komentar terkait hasil studi yang masih dalam tahap pra-publikasi (pre-peer review) tersebut.

Temuan ini diharapkan dapat membantu pasien dan dokter dalam memilih solusi medis yang paling mendukung kesehatan jangka panjang secara menyeluruh. (Reu)

Baca Juga :
Peran Penting Laboratorium dalam Menjaga Kualitas Kesehatan Masyarakat
Terlihat Langsing Belum Tentu Sehat! Ternyata, Ada Obesitas Tersembunyi yang Sering Terabaikan
Studi Terbaru: Metode Lama Ini 5 Kali Lebih Efektif untuk Turunkan Berat Badan Jangka Panjang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Tangkap Sejoli Pelajar SMP Pemeran Video Porno di Pamekasan
• 13 jam laludetik.com
thumb
Netanyahu Tegaskan Tujuan Israel Adalah Membubarkan Hizbullah | KOMPAS PETANG
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Jangan Simpan Uang Banyak di Rekening, Maksimal Segini Menurut Pakar
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polresta Padang Tangkap Pelaku Pencurian Sepeda Saat Transaksi di Facebook
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Istri Ahmad Sahroni Viral di Threads, Nama Drummer Band 90-an Ikut Terseret
• 9 jam laluintipseleb.com
Berhasil disimpan.